seputarpapua.com

AMSI dan KI Pusat Tandatangani MoU Peran Media Siber Dalam Mendorong Keterbukaan Informasi Publik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
VIRTUAL | Suasana dengar publik yang digelar AMSI dan Komisi Informasi Pusat secara virtual, Kamis (25/3/2021). Foto: Ist/ Seputarpapua
VIRTUAL | Suasana dengar publik yang digelar AMSI dan Komisi Informasi Pusat secara virtual, Kamis (25/3/2021). (Foto: Ist/ Seputarpapua)

TIMIKA | Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Komisi Informasi (KI) Pusat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau kerjasama tentang peran serta media siber untuk mendorong keterbukaan informasi publik.

Penandatanganan MoU ini dilakukan secara langsung oleh Ketua AMSI Pusat Wenseslaus Manggut dan Ketua KI Pusat Gede Narayana pada kegiatan ‘Publik Hearing’ secara virtual, Kamis (25/3/2021).

Kerjasama dua lembaga ini didasari pemahaman bahwa keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan umum terhadap penyelenggaraan negara serta sebagai upaya dalam mengembangkan masyarakat informasi (information society).

Kerjasama ini juga upaya pemenuhan hak informasi publik dan hak atas akses informasi publik, yang dijamin UUD 1945, Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

Ketua Komisi Informasi Publik Gede Narayana dalam pengantar penandatanganan yang dilakukan secara virtual menyampaikan kerjasama ini dapat mendukung keterbukaan informasi publik.

“Sehingga pelaksanaan keterbukaan informasi publik bisa tersiar kepada masyarakat luas,” kata Gede Narayana.

Sementara itu, Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut menyampaikan nota kesepahaman ini untuk memaksimalkan partisipasi publik dalam pengelolaan negara, terutama dalam mengawasi jalannya program pemerintah dengan informasi yang memadai bagi publik.

“Menyediakan informasi yang memadai itu adalah tanggung jawab media massa. Tapi informasi yang memadai bisa disajikan, mengandaikan media memiliki akses kepada sumber informasi. Informasi yang memadai itu menyangkut apa saja, termasuk data,” kata Wenseslaus Manggut.

Berita Terkait
Baca Juga