Anak-anak Harus Berani Melaporkan Jika Alami Kekerasan Fisik Maupun Nonfisik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
ANAK | Perwakilan anak - anak saat mengikuti kegiatan dari DP3AP2KB. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
ANAK | Perwakilan anak – anak saat mengikuti kegiatan dari DP3AP2KB. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berendana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Papua, menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak.

Kegiatan yang diikuti 40 perwakilan pelajar tingkat SMP dan SMA berlangsung di salah satu hotel Jalan Yos Sudarso, Kota Timika, Jumat (17/9/2021).

Sosialisasi ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dalam formulasi kebijakan pembangunan anak.

Asisten 1 Setda Mimika Yulianus Sasarari mengatakan, anak merupakan generasi penerus yang potensial, sehingga harus dilindungi dan dipenuhi haknya agar dapat hidup tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya.

Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib di jamin dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan Negara.

“Upaya menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak perlu dilakukan secara struktural melalui pengaturan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, yang pada gilirannya menjadi nilai budaya masyarakat,” kata Yulianus dalam sambutannya.

Yulianus menyebutkan, Pemda Mimika melakukan kebijakan di bidang partisipasi anak melalui DP3AP2KB.

Hal ini dengan telah dibentuknya forum anak pada tahun 2017. Forum ini terdiri dari perwakilan anak dari Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

Forum ini sebagai wadah partisipasi anak dan media untuk mendengar serta menyuarakan aspirasi pendapat juga harapan anak.

Menurut Yulianus, di Kabupaten Mimika sampai dengan tahun 2021 telah terjadi 40 kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani DP3AP2KB melalui pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak.

Mereka yang mengalami kekerasan dalam bentuk kekerasan fisik maupun nonfisik.

“Ini merupakan kasus yang terungkap dan didata, namun pada kenyataannya masih banyak di luar sana anak-anak kita yang mendapat tindakan kekerasan namun tidak dapat tertangani,” ujarnya.

Yulianus melanjutkan, tindakan kekerasan terhadap anak namun tidak dapat tertangani karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang hal tersebut.

Sebab, biasanya anak cenderung diam jika melihat kejadian kekerasan, atau bahkan kekerasan itu dialaminya sendiri karena takut untuk melaporkan.

“Karena kebanyakan pelaku adalah orang terdekat korban,” katanya.

Melalui forum anak ini, kata Yulianus, akan diajarkan bagaimana sebagai anak-anak harus berani menyuarakan atau melaporkan sesuatu yang dianggap sebagai kejahatan atau kekerasan.

Mereka nantinya diajarkan harus melapor kemana, dan mekanisme pelaporan dan lain sebagainya jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan.

“Diharapkan anak yang ada di forum anak dapat memahami dan berani untuk menjalankan fungsinya sebagai pelopor dan pelapor,” katanya.

Sebagai pelopor, berarti menjadi agen perubahan terlihat aktif memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif bermanfaat dan bisa menginspirasi banyak orang, sehingga banyak yang ikut terlibat melakukan perubahan yang lebih baik lagi.

Sedangkan pelapor, berarti terlibat aktif menyampaikan pendapat atau pandangan ketika mengalami atau melihat serta merasakan tidak terpenuhinya hak perlindungan anak disekitar, dengan melaporkan kepada badan yang menangani permasalahan perlindungan anak.

“Kita semua berharap agar setelah anak bisa berperan menjadi pelopor dan pelapor di lingkungan dia tinggal akan banyak orang yang mengerti tentang hak anak dan perlindungan terhadap anak, serta orang-orang yang ingin berbuat jahat berpikir 2 sampai 5 kali untuk melakukannya,” pungkasnya.

 

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Aditra
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
LIVE - PENGUKUHAN EXCO DAN PELANTIKAN PENGURUS ASKAB PSSI MIMIKA PERIODE 2019-2023
LIVE - PENGUKUHAN EXCO DAN PELANTIKAN PENGURUS ASKAB PSSI MIMIKA PERIODE 2019-2023
Tuntut Pertanggungjawaban, Warga Korban Kecelakaan Tutup Jalan Cenderawasih Timika
Tuntut Pertanggungjawaban, Warga Korban Kecelakaan Tutup Jalan Cenderawasih Timika
Jelang Peparnas, Papua Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik
Jelang Peparnas, Papua Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik
Sukseskan Peparnas XVI Papua 2021
Sukseskan Peparnas XVI Papua 2021
Ada Joker di Laga Estafet PON XX Papua
Ada Joker di Laga Estafet PON XX Papua
Wajah di Balik Kangpho dan Drawa PON XX
Wajah di Balik Kangpho dan Drawa PON XX
Pecahkan Rekor Berusia 21 Tahun, Atina Dulang Emas Lempar Lembing Putri PON XX Papua
Pecahkan Rekor Berusia 21 Tahun, Atina Dulang Emas Lempar Lembing Putri PON XX Papua
Meski Cedera, Alvin Tehupeiory Tambah Emas untuk Maluku dari  400 M Gawang Putri
Meski Cedera, Alvin Tehupeiory Tambah Emas untuk Maluku dari 400 M Gawang Putri
Kalahkan Bali, Tim Basket Putri Jatim Raih Medali Emas
Kalahkan Bali, Tim Basket Putri Jatim Raih Medali Emas
Odekta Elvina Naibaho, Persembahkan Medali Emas Terakhirnya di PON XX Papua
Odekta Elvina Naibaho, Persembahkan Medali Emas Terakhirnya di PON XX Papua
Baca Juga