Aneh, Stok Mitan di Papua Aman Tapi Langka, Pertamina Minta Bantuan Polisi

Warga mengantre untuk melakukan pengisian minyak tanah di Timika, Papua. (Foto: Dok/SP)
Warga mengantre untuk melakukan pengisian minyak tanah di Timika, Papua. (Foto: Dok/SP)

TIMIKA | PT Pertamina (Persero) Regional Papua Maluku meminta bantuan kepolisian dan pemerintah daerah untuk mengungkap fenomena kelangkaan BBM di awal tahun meski stoknya masih aman.

Unit Manager Communication, Ralation dan CSR Regional Papua Maluku, Edi Mangun dalam siaran pers tertulis pada Jumat (8/1/2021), membantah adanya kelangkaan minyak tanah di Ambon dan Papua.

Menurut Edi, stok di terminal BBM Maluku dan Papua dipastikan masih aman dalam 15 hari ke depan. Terlebih dalam minggu ini, ada kapal pengangkut BBM yang akan bersandar di terminal Ambon dan Papua.

Sementara dalam penyaluran minyak tanah di agen atau pangkalan, sebut Edi, kuotanya masih sesuai seperti awal dan sama sekali tidak dikurangi jatah yang diberikan.

“Menjadi pertanyaan adalah walaupun stock aman dan kami lakukan distribusi normal ke agen dan pangkalan, di awal tahun selalu muncul berita kelangkaan,” kata Edi.

Ia menambahkan, adapun amanah UU Migas bahwa pengawasan di luar jangkauan Pertamina melibatkan seluruh elemen dari Dinas Perindagkop dan aparat penegak hukum untuk dapat mengawasi mobilisasi pergerakan mobil minyak tanah.

IKLAN-TENGAH-berita

Karena itu, pihak terkait lintas instanai di daerah perlu melakukan pendalaman bilamana terdapat indikasi penyalahgunaan BBM khususnya jenis minyak tanah.

“Peristiwa kelangkaan minyak tanah sering terjadi masuk tahun baru. Aparat keamanan dan Disperindagkop dapat mengungkap apakah ada atau tidak modus operandi dengan kelangkaan minyak tanah ini,” pungkasnya.

Reporter: Sevianto Pakiding
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar