seputarpapua.com

Anggota DPRD dan Staff Setwan Mimika Terima Vaksin Tahap Pertama

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SUNTIK | Tenaga medis dari Puskesmas Timika saat menyuntikkan vaksin kepada Anton Pali' anggota DPRD Mimika dari Partai Nasdem, Jumat (26/3/2021). (Foto: Muji/Seputarpapua)
SUNTIK | Tenaga medis dari Puskesmas Timika saat menyuntikkan vaksin kepada Anton Pali’ anggota DPRD Mimika dari Partai Nasdem, Jumat (26/3/2021). (Foto: Muji/Seputarpapua)

TIMIKA | Pelaksanaan vaksinasi guna mencegah penyebaran Covid-19 di Mimika, Papua, terus dilakukan.

Jumat (26/3/2021), vaksinasi menyasar pada anggota DPRD dan Staff Sekretariat Dewan, meski tidak semua menerima vaksin buatan Sinovac ini.

Vaksinasi dilakukan pihak Puskesmas Timika, dan dipusatkan di Ruang Paripurna DPRD Mimika.

Tentunya, sebelum mereka menerima vaksin harus melalui tahapan mulai dari pendaftaran, screening kemudian vaksinasi, selanjutnya tahapan terakhir yaitu observasi.

Sekretaris Dewan Ananias Faot mengatakan, kegiatan vaksinasi ini sesuai surat dari pimpinan daerah, untuk melakukan pendataan awal.

Setelah dilakukan pendataan pihaknya kirimkan kembali ke pimpinan daerah melalui Dinas Kesehatan, yang kemudian dilakukan vaksinasi.

“Sebenarnya vaksinasi untuk di DPRD Mimika ini dilakukan minggu kemarin. Tapi dapat informasi vaksin habis, sehingga untuk di DPRD Mimika dilakukan selesai Paskah. Namun ada perubahan, dan dua hari lalu dihubungi Kepala Puskesmas Timika, sehingga hari ini dilakukan vaksin,” kata Sekwan di sela-sela kegiatan.

Jumlah penerima vaksin, menurut Sekwan, mencapai 50 lebih orang. Mulai anggota DPRD sampai kepada ASN dan tenaga honorer di lingkup Sekretariat Dewan.

“Untuk anggota DPRD, kita sudah melakukan pendaftaran. Dari pendaftaran itu, ada beberapa anggota Dewan yang bersedia. Namun ada juga yang tidak bersedia,” terangnya.

Sementara untuk ASN dan tenaga honorer yang tidak mau divaksin apakah akan ada sanksi atau tidak, tentunya menunggu petunjuk pimpinan daerah.

Meski demikian, Sekwan menambahkan, untuk penerima vaksin tentunya harus melewati sejumlah tahapan.

“Seperti saya, yang sebelumnya terpapar Covid-19, sehingga untuk vaksinasi ini belum bisa. Kalaupun nanti ada ASN dan tenaga honorer yang tidak mau, untuk sanksinya masih menunggu petunjuk dari pimpinan daerah,” ujarnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga