seputarpapua.com

Antisipasi Angkatan Kerja, Pemkab Mimika Arahkan Pendidikan Vokasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SEMATKAN | Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat menyematkan tanda pengenal kepada siswa yang akan ikut ujian sekolah. (Foto: Kristin Rejang/SeputarPapua)
SEMATKAN | Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat menyematkan tanda pengenal kepada siswa yang akan ikut ujian sekolah. (Foto: Kristin Rejang/SeputarPapua)

TIMIKA | Sebanyak 2.894 siswa SMA/SMK di Mimika yang mengikuti ujian sekolah diperkirakan akan lulus dalam tahun ajaran 2020/2021.

Hal ini tentu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika, Papua dimana, banyak generasi penerus yang jika tidak melanjutkan pendidikan tentu akan berusaha mencari kerja.

“Ternyata yang ikut ujian di Mimika saja lebih dari 2 ribu orang berarti sesudah ini, ada dua ribuan anak yang selesai jenjang SMA – SMK, ada yang mau langsung kerja ada pula yang mungkin mau lanjut ke jenjang lebih tinggi,” seru Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya di acara pembukaan secara simbolis Ujian Sekolah, Senin (15/3/2021).

Untuk itu, Wakil Bupati Mimika mengatakan pihaknya berharap kedepan Kabupaten Mimika bisa memberikan pendidikan Vokasi.

Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan Diploma yang setara dengan program pendidikan akademik strata 1. Lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar vokasi/gelar ahli madya.

“Kami pemerintah dua hari terakhir ini sudah duduk bersama dengan Bappenas agar bisa merencanakan pembuatan Balai Latihan Kerja ( BLK) yang besar dan bekerjasama dengan Pemerintah Pusat,” seru Wakil Bupati.

Wabup berharap apa yang direncanakan tersebut dapat berjalan dengan baik dan bisa mewujudkan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Mimika.

“Saya pesan kepada para siswa walaupun dengan masa Pandemi ini, harus tetap bisa kuasai pelajaran yang biasanya di sekolah diberikan secara langsung oleh guru, sekarang hanya bisa melalui Virtual. Sehingga saya berharap ilmunya tidak berkurang, dan ambil sisi positifnya yaitu kita bisa memanfaatkan teknologi dengan baik,” serunya.

 

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Batt
Berita Terkait
Baca Juga