seputarpapua.com

Aparat Benarkan KKB Kembali Tembak Mati Seorang Guru SMP di Beoga

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Yonatan Renden semasa hidupnya (Foto:Ist)
Yonatan Renden semasa hidupnya (Foto:Ist)

TIMIKA | Dalam waktu dua hari, Kamis (8/4/2021) dan Jumat (9/4/2021), Kelompok Kriminal Bersenta (KKB) menembak mati dua orang Guru di Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Guru SD bernama Oktovianus Rayo (40) ditembak di rumahnya di Beoga pada Kamis pagi, sementara Yonatan Renden, seorang guru SMP ditembak KKB pada Jumat pukul 16.45 WIT.

Tenaga pendidikan yang mengabdikan hidup mereka untuk mendidik anak-anak di Beoga ditembak begitu saja oleh KKB.

Almarhum Oktovianus meninggal dunia di kediamannya setelah ditembak, sedangkan Yonatan dinyatakan meninggal dunia di Puskemas Beoga sesaat setelah dievakusi dari rumahnya di dekat Bandara Beoga.

Terkait aksi penembakan terhadap Yonatan pada Jumat sore ini dibenarkan aparat kepolisian.

“Betul telah terjadi penembakan terhadap guru SMPN 1 Julukoma hingga meninggal dunia oleh kelompok separatis bersenjata,” kata Pj Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia dalam keterangan pers yang dikeluarkan Humas Satgas Nemangkawi kepada Seputarpapua.com, Jumat malam.

Hingga kini, aparat TNI-Polri masih melakukan pengamanan, dan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melakukan aksi kriminal tersebut.

Bahkan terdapat juga kabar tentang penculikan terhadap kepala SMP Negeri 1 Julukoma atasnama Junedi Arung Salele. Namun yang bersangkutan telah berhasil diamankan di Koramil Beoga.

Kepala Humas Satgas Nemangkawi, Kombes Pol Iqbal Alqudussy menyampaikan, warga Papua tidak perlu takut atas teror-teror yang diciptakan oleh KKB. Sebab TNI-Polri telah mengantongi nama-nama anggota dan pimpinan KKB tersebut yang kini kabur dari Kabupaten Intan Jaya ke wilayah Beoga, Kabupaten Puncak.

“Penembakan kepada warga sipil tersebut merupakan bukti terdesaknya KKB, sehingga mereka melakukan penembakan dengan sangat tidak bertanggungjawab dan merampas HAM orang lain dengan dibunuh,” kata Kombes Pol Iqbal.

 

Reporter: Saldi
Editor: Misba
Berita Terkait
Baca Juga