Api Peparnas XVI Diambil dari Lembah Grime dengan Prosesi Adat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Api Peparnas XVI yang diambil dari Lembah Grime, Papua disemayamkan dalam lentera. (Foto: Yonri Revolt/Seputarpapua)
Api Peparnas XVI yang diambil dari Lembah Grime, Papua disemayamkan dalam lentera. (Foto: Yonri Revolt/Seputarpapua)

JAYAPURA | Pembukaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua tahun 2021 akan digelar di Stadion Mandala Jayapura, pada 5 November nanti.

Menuju pembukaan pesta olahraga terbesar bagi atlet disabilitas tersebut, PB Peparnas XVI melakukan prosesi penting dalam ajang tersebut, yakni pengambilan api untuk dinyalakan di kaldron Stadion Mandala, Kota Jayapura.

Prosesi tersebut telah berhasil dilalui. Api menyala lewat sebuah prosesi adat di Kampung Genyem, Distrik Nimboran, Lembah Grime, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (2/11/2021) pagi.

Kepala Suku Yahui, Kampung Genyem, Lembah Grime, Distrik Nimboran, Yafitp Yanse Maharga menggosokkan setangkai kayu berujung runcing ke wadah kayu yang diberi lubang.

Di sekitar wadah ditebar beberapa jumput semak kering serta bilah-bilah besar kayu kelapa kering. Selang 15 menit, memercik bunga api dan langsung menyambar semak-semak kering yang telah disiapkan.

Api membubung dan dengan cepat ondoafi, sebutan untuk pemimpin adat masyarakat asli Sentani Lembah Grime itu mengambil seikat ranting kayu kering sebagai wadah sementara bagi api sebelum dipindahkan ke tongkat obor Peparnas.

“Kami serahkan api berkat Tuhan dari tanah damai untuk menerangi Indonesia dan dunia,” kata Yafit kepada tokoh masyarakat Lembah Grime, Pendeta Albert.

Baca Juga:

Pendeta berusia 47 tahun itu kemudian menyerahkan tongkat obor kepada Ketua Harian Panitia Besar (PB) Peparnas 2021, Doren Warekwa. “Kita semua yang ada di sini akan menjadi saksi bahwa dari kampung ini terdapat sejarah diambilnya api untuk Peparnas 2021,” kata Doren. Sebagian nyala api disimpan dalam dua kotak khusus.

Kemudian Ketua Harian PB Peparnas menyerahkan tongkat obor kepada atlet cabang atletik kursi roda Papua Kafier Kayage sebagai penanda dimulainya Kirab Api. Kayage dikawal barisan pelari dari unsur TNI dan Polri.

Mereka akan membawa api dari Genyem ke Kantor Bupati Jayapura di Doyo Baru untuk diinapkan. Perjalanan tersebut berjarak sekitar 80 kilometer melewati jalan beraspal mulus dan berliku di punggung perbukitan Nimbuk.

Perjalanan menuju Kantor Bupati Jayapura juga akan mengitari Danau Sentani sejauh sekitar 25 km. Beratnya medan perjalanan yang dilewati membuat para peserta Kirab Api diangkut menggunakan enam bus dan tiga truk.

Setelah diinapkan semalam, perjalanan Kirab Api akan dilanjutkan Kamis (3/11/2021) dari Kantor Bupati Jayapura menuju Kantor Wali Kota Jayapura.

Reporter: Adi
Editor: Mish
Api Peparnas XVI Diambil dari Lembah Grime dengan Prosesi Adat

JAYAPURA | Pembukaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua tahun 2021 akan digelar di Stadion Mandala Jayapura, pada 5 November nanti.

Menuju pembukaan pesta olahraga terbesar bagi atlet disabilitas tersebut, PB Peparnas XVI melakukan prosesi penting dalam ajang tersebut, yakni pengambilan api untuk dinyalakan di kaldron Stadion Mandala, Kota Jayapura.

Prosesi tersebut telah berhasil dilalui. Api menyala lewat sebuah prosesi adat di Kampung Genyem, Distrik Nimboran, Lembah Grime, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (2/11/2021) pagi.

Kepala Suku Yahui, Kampung Genyem, Lembah Grime, Distrik Nimboran, Yafitp Yanse Maharga menggosokkan setangkai kayu berujung runcing ke wadah kayu yang diberi lubang.

Di sekitar wadah ditebar beberapa jumput semak kering serta bilah-bilah besar kayu kelapa kering. Selang 15 menit, memercik bunga api dan langsung menyambar semak-semak kering yang telah disiapkan.

Api membubung dan dengan cepat ondoafi, sebutan untuk pemimpin adat masyarakat asli Sentani Lembah Grime itu mengambil seikat ranting kayu kering sebagai wadah sementara bagi api sebelum dipindahkan ke tongkat obor Peparnas.

“Kami serahkan api berkat Tuhan dari tanah damai untuk menerangi Indonesia dan dunia,” kata Yafit kepada tokoh masyarakat Lembah Grime, Pendeta Albert.

Pendeta berusia 47 tahun itu kemudian menyerahkan tongkat obor kepada Ketua Harian Panitia Besar (PB) Peparnas 2021, Doren Warekwa. “Kita semua yang ada di sini akan menjadi saksi bahwa dari kampung ini terdapat sejarah diambilnya api untuk Peparnas 2021,” kata Doren. Sebagian nyala api disimpan dalam dua kotak khusus.

Kemudian Ketua Harian PB Peparnas menyerahkan tongkat obor kepada atlet cabang atletik kursi roda Papua Kafier Kayage sebagai penanda dimulainya Kirab Api. Kayage dikawal barisan pelari dari unsur TNI dan Polri.

Mereka akan membawa api dari Genyem ke Kantor Bupati Jayapura di Doyo Baru untuk diinapkan. Perjalanan tersebut berjarak sekitar 80 kilometer melewati jalan beraspal mulus dan berliku di punggung perbukitan Nimbuk.

Perjalanan menuju Kantor Bupati Jayapura juga akan mengitari Danau Sentani sejauh sekitar 25 km. Beratnya medan perjalanan yang dilewati membuat para peserta Kirab Api diangkut menggunakan enam bus dan tiga truk.

Setelah diinapkan semalam, perjalanan Kirab Api akan dilanjutkan Kamis (3/11/2021) dari Kantor Bupati Jayapura menuju Kantor Wali Kota Jayapura.

Reporter: Adi
Editor: Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Dua Tahun YPMAK  Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Dua Tahun YPMAK Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Baca Juga