Aspada Mimika Terus Perjuangkan Harga Air Isi Ulang Rp8 Ribu Pergalon

KUNJUNGAN -Suasana kunjungan pengurus ASPADA ke DPRD Mimika. (Foto: Mujiono)
KUNJUNGAN | Suasana kunjungan pengurus ASPADA ke DPRD Mimika. (Foto: Mujiono)

TIMIKA | Asosiasi Pengusaha Depot Air (Aspada) Mimika, terus memperjuangkan  harga air isi ulang Rp8 ribu pergalon jika dibeli langsung di depot.

Perjuangan Aspada kali ini dengan menemui Komisi B DPRD Mimika, Kamis (27/10/2022).

Ketua Aspada Huzain menjelaskan bahwa kenaikan harga air isi ulang pergalon terjadi dua kali selama tahun 2022.

Pertama di Bulan Januari, dari Rp6 ribu menjadi Rp7 ribu pergalon.

“Kenaikan ini sempat dipertanyakan oleh Disperindag. Kami jelaskan bahwa ini hasil kesepakatan dalam rapat, dan saat itu kami undang Kepala Disperindag tapi tidak hadir,” kata Huzain.

Kenaikan kedua terjadi di Bulan September pasca kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pihak Aspada, kata Huzain, kemudian menaikan harga dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu pergalon.

Namun kata Huzain, pihak Disperindag kemudian menetapkan harga sepihak Rp6 ribu pergalon, jika beli di depot.

Sedangkan, jika ada pengantaran, maka harus ada komunikasi antara pembeli dan penjual.

“Dengan kata lain ada ongkos kirim (ongkir) kalau ada pengantaran,” kata Huzain.

Menurut Huzain, pihaknya berpikir jika menggunakan jasa kurir, maka biayanya justeru memberatkan konsumen. Hal ini dikarenakan, jasa ongkir Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

Jika dikalkulasikan dengan harga pergalon Rp6 ribu ditambah ongkir Rp10 ribu, maka konsumen harus membayar Rp16 ribu hingga Rp21 ribu pergalon setiap pengantaran.

“Ini tentu sangat memberatkan konsumen,” tutur Huzain.

Untuk itu, kata Huzain, pihaknya menyepakati harga Rp8 ribu pergalon jika beli langsung di depot. Sedangkan, jika mau diantar ke rumah konsumen, maka hanya dikenakan biaya tambahan Rp2 ribu, sehingga Rp10 ribu pergalon.

“Menurut kami itu sudah ‘win-win solution’ dan tidak terlalu memberatkan konsumen. Dibandingkan kalau dibebani dengan ongkir dengan besaran Rp10 ribu hingga Rp15 ribu,” pungkas Huzain.

Sementara Ketua Komisi B DPRD Mimika M Nurman Karupukaro mengatakan, pihaknya berencana menjadwalkan pertemuan antara beberapa pihak, mulai Aspada, penjual tangkir air, dan Disperindag, untuk membahas persoalan ini.

“Melalui pertemuan nanti diharapkan akan ada kesepakatan harga. Sehingga membuat kepastian harga terhadap air isi ulang,” pungkas Nurman.

Tanggapi Berita ini
reporter : Mujiono
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.