BAAS Strategi Baru Tekan Angka Stunting di Mimika

Foto bersama Plt Bupati Mimika Johannes Rettob dengan Jajaran Pimpinan OPD dan Forkopimda dalam gelaran Aksi 3 Rembuk Stunting yang digelar di Hotel Horison Ultima, Mimika, Jumat (21/4/2024). (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)
Foto bersama Plt Bupati Mimika Johannes Rettob dengan Jajaran Pimpinan OPD dan Forkopimda dalam gelaran Aksi 3 Rembuk Stunting yang digelar di Hotel Horison Ultima, Mimika, Jumat (21/4/2024). (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)

TIMIKA, Seputarpapua.com | Program Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) Kabupaten Mimika tahun 2024 menjadi salah satu strategi baru bagi Kabupaten Mimika untuk menekan angka stunting.

Plt Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya pada kegiatan Rembuk Stunting Aksi 3 mengugkapkan berdasarkan survei kesehatan nasional angka stunting di Mimika 24,1 persen, sementara angka stunting nasional adalah 21 persen, sehingga disimpulkan angka stunting Mimika lebih tinggi dari nasional.

Pun begitu, menurut hasil atau data dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan, Perempuan Dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mimika angka stunting di Mimika adalah 10 persen.

“Wakil Presiden Indonesia kecewa karena secara nasional angka stunting hanya turun 0,01 persen, padahal gerakan terus menerus dilakukan. Maka dari itu kita bersama terus berusaha untuk menemukan langkah strategis menurunkan dan menekan angka stunting,” katanya dalam sambutannya membuka kegiatan Rembuk Stunting Aksi 3 yang digelar DP3AP2KB di Hotel Horison Ultima, Jumat (21/4/2024).

John melanjutkan dalam penanganan stunting di Mimika, pemkab telah menerbitkan Peraturan Bupati Mimika Nomor 53 Tahun 2023 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Kita sudah punya peraturan bupati terkait stunting, tapi mungkin banyak yang belum tahu, kita akan sosialisasi tentang peraturan itu,” ujarnya.

Selain peraturan bupati, John mengatakan dalam rangka penanganan dan menekan stunting ada strategi baru yang akan diterapkan di Mimika yakni program BAAS.

“Hari ini ada strategi lain yang kita (Pemkab Mimika) bikin, agar bagaimana caranya kita (Organisasi Perangkat Daerah maupun swasta dan masyarakat) semua menjadi bapak dan bunda asuh anak stunting,” jelasnya.

“Caranya besok akan disampaikan, jadi setiap OPD bisa jadi bapak atau bunda stunting, diharapkan pula secara personal bisa jadi bapak atau bunda stunting, itu strategi-strategi yang kita lakukan, supaya kita terus menerus agar stunting dapat dieliminir,” imbuhnya.

John menekankan, agar seluruh perangkat daerah berkomitmen untuk terlibat dalam program penurunan stunting ini.

“Kedepan mari kita berkomitmen bersama-sama, saya harap pimpinan OPD menunjuk orang yang benar ingin menyelesaikan stunting yang benar serius, jangan berganti-ganti,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Mimika Hermalina Imbiri dalam laporannya mengungkapkan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas nasional dan juga menjadi program prioritas Pemkab Mimika, prevalensi stunting di Mimika berdasarkan survei kesehatan indonesia (SKI) tahun 2023 sebesar 24,7% dan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) tahun 2023 sebesar 10,11 persen atau 2.473 kasus stunting dari total balita yang ditimbang sebesar 24.450 balita, dan target nasional tahun 2024 yaitu sebesar 14 persen.

Advertisements

Hermalina menyebut Pemkab Mimika melaksanakan kegiatan 8 aksi konvergensi untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mimika tahun 2024 diantaranya adalah aksi 1 atau analisis situasi yang sudah menyepakati kampung lokus untuk intervensi tahun 2025 yg terdiri dari 51 kampung atau kelurahan. Sedangkan kampung lokus untuk tahun berjalan 2024 adalah 68 kampung dan pemetaan program yang bersumber dari DPA masing-masing OPD pengampu yaitu 16 OPD.

“Aksi 2 yaitu penyusunan rencana kegiatan utk tahun berjalan 2024 dan tahun rencana 2025 dan pada hari ini tgl 21-22 Juni 2024 akan dilaksanakan kegiatan aksi 3-4 yaitu rembuk stunting yang merupakan komitmen bersama antara pemkab mimika, forkopimda dan mitra kerja pemkab mimika untuk mensukseskan pelaksanaan pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Mimika tahun 2024,” tuturnya.

Hermalina juga mengungkapkan, kegiatan intervensi lain untuk percepatan penurunan stunting tahun 2024 antara lain penimbangan serentak balita se-Mimika, pendampingan calon pengantin, pembagian tablet tambah darah bagi remaja putri, pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi/balita atau ibu hamil/ibu menyusui/ibu pasca bersalin.

Advertisements

“Ada juga pembangunan mck/sanitasi sehat/air bersih, pemanfaatan pekarangan dalam program dapur sehat atasi stunting (Dashat),” terangnya.

Kemudian terkait program BAAS, Hermalina berharap semua Pimpinan OPD,forkopimda dan mitra kerja di Mimika dapat terlibat program BAAS.

“Sebab BAAS membuat OPD dan stakeholder lain dapat melaksanakan intervensi secara mandiri atau melalui instansi masing-masing kepada anak-anak yang
beresiko stunting dan anak stunting,” jelasnya.

Advertisements

Hermalina menambahkan, OPD atau stakeholder yang terlibat bisa juga melakukan intervensi melalui tim pendamping keluarga (TPK) pada masing-masing distrik/kelurahan/kampung.

“Sehingga diharapkan melalui program BAAS ini, intervensi yang dilakukan akan tepat sasaran pada anak beresiko dan anak stunting di Mimika,” tutupnya.

penulis : Fachruddin Aji
editor : Felix

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan