00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Bandara Ditutup, Maskapai Garuda dan Sriwijaya Siap Ikuti Anjuran Pemerintah

ILUSTRASI | Bandara Moses Kilangin sebelah selatan. (Foto: Muji/SP)
ILUSTRASI | Bandara Moses Kilangin sebelah selatan. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Menindaklanjuti hasil pertemuan Forkopimda Papua dan para Bupati se-Papua di Jayapura pada Selasa (24/3), terhitung mulai Kamis 26 Maret 2020 akses bandara dan pelabuhan di Timika resmi ditutup.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng menegaskan penutupan dua pintu masuk penumpang dari luar Timika itu semata-mata demi menyelamatkan warga Mimika agar terhindar dari wabah Covid-19.

Menyikapi keputusan tersebut, maskapai penerbangan Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia perwakilan Mimika mengaku akan mengikuti keputusan tersebut.

Perwakilan dua maskapai ini juga telah mengikuti pertemuan bersama Bupati, Wakil Bupati dan gugus tugas penanganan Covid-19 di Hotel Grand Mozza Timika, Rabu (25/3).

iklan_lokal_dalam_berita

District Manager Sriwijaya Air Timika, Timotius mengatakan, keputusan penutupan akses ini merupakan keputusan yang baik untuk seluruh masyarakat meskipun tetap akan berdampak pada pendapatan Sriwijaya sendiri.

“Kita akan patuh pada keputusan ini dan akan kita teruskan ke pusat,” katanya usai mengikuti pertemuan.

Selama wabah Covid-19 ini menyebar, Timotius menyebut penumpang Sriwijaya Air juga mengalami penurunan baik yang masuk maupun keluar Timika.

“Selama ada wabah ini juga penumpang kita sudah mulai mengalami penurunan, mungkin karena takut yah,” katanya.

Ditempat yang sama, General Manager PT Garuda Indonesia Branch Office Timika, Rudolf Hutabarat juga mengemukakan hal yang sama yakin akan mengikuti instruksi dari pemerintah baik provinsi maupun kabupaten.

“Intinya kami menyetujui semua keputusan dari Gubernur maupun Bupati Mimika, tentunya ada prosedurnya,” kata Rudolf.

Untuk mengikuti itu, Rudolf mengaku prosedur yang harus dijalankan ialah mendapatkan NOTAM dari Airnav. Hal ini karena ditiadakan penerbangan baik masuk maupun keluar tergantung pada notam.

“Nah prosedurnya itu kita minta dari Air Nav untuk segera mengeluarkan notam. Jika sudah ada, maka penerbangan akan dihentikan selama waktu yang ditentukan pemerintah,” katanya.

“Kalau hari ini sudah dikeluarkan notamnya, besok kita akan laksanakan. Jadi penentunya adalah notam, itu prosedur penerbangan internasional,” tambah Rudolf.

 
Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar