Bangga, Putra Asli Papua ini Selalu Pimpin Final Biliar sejak PON 2012

Mathius Waroi (tengah) usai memimpin pertandingan biliar PON XX Papua 2021 di Mimika, Jumat (8/10/2021). (Foto: Sevianto/Seputarpapua)
Mathius Waroi (tengah) usai memimpin pertandingan biliar PON XX Papua 2021 di Mimika, Jumat (8/10/2021). (Foto: Sevianto/Seputarpapua)

TIMIKA | Mathius Waroi, salah satu putra asli Papua yang membanggakan di dunia olahraga biliar Indonesia setelah dipercaya selalu memimpin partai final sejak PON 2012.

Mathius memulai karirnya di dunia perwasitan biliar sejak 2004, hingga kini dipercaya menjadi wasit pada pekan olahraga nasional (PON) XX yang diselenggarakan di Papua.

Ia mengenang, di tahun 2004 dirinya mulai memimpin pertandingan pada Kejurda di Jayapura.

Kemudian di tahun 2006 menjadi wasit pada Kapolda Papua Cup yang juga diselenggarakan di Jayapura.

Masih di Papua, Mathius kembali menjadi wasit pada pertandingan Wamena Open yang diselenggarakan oleh Bupati Jaya Wijaya saat itu Jhon Wempi Wetipo, pada tahun 2010.

“Saya dulu memang hidup saya di rumah biliar, dan yang orbitkan saya ini ada dengan saya hari ini,” katanya sambil merangkul asisten wasit yang mendampinginya pada partai final yang berlangsung di Venue Biliar Mimika, Kamis (14/10/2021).

Tahun 2011 menjadi langkah awal Mathius memulai debutnya menjadi wasit biliar di luar Papua, tepatnya pada kejuaraan pra-PON di Medan.

“Itu pertama kali pengprov POBSI Papua mereka percayakan saya untuk turun sebagai wasit,” ungkapnya bangga.

Usai pra-PON, dia dipercayakan menjadi wasit pada perhelatan PON XVIII Riau tahun 2012. Pada Kejurnas 2014 di Pekalongan, dia juga aktif menjadi wasit.

“Itu juga ada babak final yang kami pimpin,” ujarnya.

Tahun 2015 pada event pra-PON di Cirebon hingga PON XIX Jawa Barat Mathius masih dipercayakan menjadi wasit.

“Pada saat event itu kelas yang selalu saya pimpin adalah partai final,” ungkapnya.

Saat ini, pria berusia 40 tahun itu mengaku bangga bisa menjadi wasit pada PON XX yang diselenggarakan di tanah kelahirannya.

“Bangga bisa pimpin pertandingan di PON Papua. Ini PON ketiga,” katanya.

Mathius yang sering memimpin partai final di Kejurnas, pra-PON hingga PON itu masih memimpin di nomor pertandingan Pool.

“Di PON Papua ini kemarin saya turun di final 1 ball, 8 ball dan sekarang 10 ball,” katanya yang baru saja memimpin final Ricky Jateng melawan Andri Kepri.

Saat ini dia bersama dengan 18 wasit dari Provinsi Papua yang mengikuti PON XX.

“Saya asli sendiri orang Papua, hitam kulit keriting rambut,” kata Mathius. (Humas PPM/Anya Fatma)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.