Bangkit Dari Keterpurukan Ekonomi, Pemuda Papua ini Sukses Jualan Keripik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
JUALAN | Boas Mebi berjualan keripik memakai gerobak berkeliling di Kota Agats, Asmat. (Foto: Fagi/Seputarpapua)
JUALAN | Boas Mebi berjualan keripik memakai gerobak berkeliling di Kota Agats, Asmat. (Foto: Fagi/Seputarpapua)

Tidak mudah bagi Boas Mebi bangkit dari keterpurukan. Pemuda asli Papua ini banting tulang untuk mengakhiri masa sulit selama sembilan tahun dengan berjualan jajanan keripik di Kota Agats, Kabupaten Asmat.

Tak ada kata menyerah bagi Boas. Dengan bermodalkan gerobak material, pemuda 37 tahun itu setiap hari berkeliling menjajakan keripik di seputaran Kota Agats.

“Aktivitas saya berkeliling menjual keripik ini tidak mengenal waktu istirahat, kecuali, cuaca tidak baik, kehabisan stok pisang di pasar, atau memang lagi tidak sehat,” ucap Boas.

Ada empat macam jajan keripik yang dijual Boas, diantaranya keripik pisang, petatas, keladi dan singkong. Jajanan Boas punya cita rasa yang beragam, seperti rasa manis, asin dan balado (pedas).

Boas menjual jajanan keripik yang diolah bersama istrinya itu pada sore hari mulai pukul 16.00. Ia biasa pulang malam hari ketika jualannya telah habis sekitar pukul 21.00.

Ia menawarkan jajan keripik kepada pembeli dengan dua harga yang berbeda, yakni ukuran kecil Rp5.000 per bungkus dan ukuran besar Rp10.000 per bungkus.

Kepada seputarpapua.com, Minggu (21/3/2021), Boas mengisahkan perjalanan hidup rumah tangga kecilnya yang penuh tangis dan pilu, hingga kini bangkit kembali dan bisa merasakan hasil jerih payahnya.

Boas Mebi berasal dari Kampung Sawoi Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura. Boas menikahi Sarah Udam pada tahun 2011. Mereka telah dikarunia dua orang anak, Oktopianus Mebi dan Elisa Rufus Mebi.

1 23 ... 5Next »
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga
Dapatkan Notifikasi ?    Ya Nanti