Banyak Kasus Gigitan Anjing, Dinkes Duga Ada Penyakit Rabies di Timika

Ilustrasi
Ilustrasi

TIMIKA | Kepala Dinas Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Reynold Ubra mengatakan di Mimika banyak terjadi kasus gigitan anjing.  Sejak Januari 2022 terjadi delapan kasus.

Untuk itu ia menduga ada penyakit rabies di Kota Timika, Ibu Kota Kabupaten Mimika. “Tentu saja ini menjadi sinyal adanya masalah kesehatan lama yang baru di Mimika, jadi mungkin dulu-dulu ada tetapi sudah beberapa tahun kita tidak dengar,” ujarnya Reynold di Timika, Senin (4/7/2022).

Dugaan terkait rabies ini juga dipastikan oleh pihak rumah sakit sebab ada kasus gigitan hewan.

“Tapi laporan dari rumah sakit kejadian kasus gigitan hewan penular rabies ini, minggu ke-23 atau dua minggu lalu ini ada satu,” jelasnya.

Dinkes akan melalukan koordinansi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan mengenai dugaan ini.

Selain berkordinasi ia juga meminta bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes untuk turun ke Puskesmas untuk pencegahan pertama jika ada kasus gigitan.

“Kami juga akan membuat pertemuan lintas sektor, karena anjing ini kan jumlahnya banyak. Berdasarkan tanda gejala kalau rumah sakit sampai mengeluarkan rilis itu benar,” ungkap Reynold.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. Sabelina Fitriani saat dikonfirmasi menyebutkan informasi tersebut tidak benar.

“Kami akan konfirmasi dahulu ke Dinkes karena menurut kami informasi tersebut tidak benar,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan di Mimika belum ada kasus rabies yang terjadi, namun hanya kasus gigitan biasa.

“Menurut kami seperti itu (gigitan biasa,red) besok kami akan pastikan dilapangan asal anjing itu dimana,” pungkasnya.

 

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.