Baru 11 Persen Orang di Papua Nikmati Pendidikan di Perguruan Tinggi

Kepala LLDikti Wilayah XIV, Suriel Mofu. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Kepala LLDikti Wilayah XIV, Suriel Mofu. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Ketua LLDikti Wilayah XIV Suriel Mofu menyebut baru 11 persen orang di tanah Papua menikmati pendidikan di perguruan tinggi.

Menurutnya, sangat kompleks pendidikan tinggi di tanah Papua seperti contoh Mimika jika semua anak-anak di Timika harus pergi kuliah di Jayapura, Manokwari, Merauke atau Fakfak.

Salah satu alasan anak-anak kuliah ke luar Mimika ialah untuk mencari kampus atau jurusan yang diinginkan dan tidak ada di Mimika.

“Betapa amat jauhnya dan tidak mungkin semua anak-anak bisa pergi ke sana dengan sendiri,” ungkap Suriel di Timika, Kamis (23/9/2022).

Suriel mengatakan, perkembangan pendidikan tinggi di Papua dan Papua Barat itu angka partisipasi dasar pendidikan tinggi baru 11%.

Dan 89% usia pendidikan di tanah Papua belum menikmati pendidikan tinggi.

Secara nasional rata-rata baru 35%, artinya bahwa ada 65% anak bangsa Indonesia belum menikmati pendidikan tinggi.

“Papua baru 11% yang menikmati pendidikan tinggi,” katanya.

Untuk itu, Mofu mengatakan, semua pihak harus saling mendukung untuk mendekatkan dan membuka akses perguruan tinggi kepada masyarakat.

Ini bisa dilakukan dengan adanya pendirian perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia termasuk di Papua dan Papua Barat.

Ia menambahkan, di Tanah Papua ada 76 perguruan tinggi diantaranya 5 perguruan tinggi negeri dan 71 perguruan tinggi swasta.

“51 perguruan tinggi di Provinsi Papua dan 20 ada di Provinsi Papua Barat,” ungkapnya.

 

reporter : Anya Fatma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.