Bawaslu Papua Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi Pemilih Pemula di Mimika

IKUT | Beberapa siswa di Mimika yang ikut sosialisasi pemilih pemula. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
IKUT | Beberapa siswa di Mimika yang ikut sosialisasi pemilih pemula. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula di Mimika.

Sosialisasi diikuti 100 orang terdiri dari mahasiswa dan pelajar SMA, dilaksanakan di Hotel Horison Diana Timika, Kamis (22/9/2022).

Dalam sosialisasi ini, mereka diberikan berbagai materi, yakni pengenalan kelembagaan Bawaslu, pengawasan pemilu partisipatif, sistem politik, pemerintahan dan pemilu di Indonesia, peran pemuda dalam pembangunan demokrasi di Indonesia.

Materi-materi ini dibawakan pihak Bawaslu, Kesbangpol, dan Akademisi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mimika, Yonas Yanampa, mengatakan kegiatan ini merupakan pembekalan bagi mahasiswa maupun pelajar yang baru akan menjadi pemilih pada tahun 2024.

“Harapan kami kepada semua (peserta)  ikuti proses yang ada kedepan dan bisa menjadi bagian dari pengawas pemilu tahun 2024. Siapa tau kedepan juga bisa menjadi penyelenggara dan pengawas di kelurahan kampung, maupun TPS,” pungkasnya.

Komisioner Bawaslu Provinsi Papua, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Niko Tunjanan berharap materi yang diberikan bisa membuka pemahaman pemilih pemula dalam proses pemilu nanti.

“Proses demokrasi di Mimika punya sejarah panjang, dan kalian adalah calon pemimpin juga pada masa depan,” ungkapnya.

Seorang siswa SMA Negeri 6 Mimika,
Eliyakim Piligame yang saat ini berusia 17 tahun, mengatakan dirinya belum pernah menjadi seorang pemilih dalam pemilu, namun nantinya tahun 2024, Ia akan siap untuk mengikuti pemilu.

“Yang saya tangkap (pelajaran dalam kegiatan sosialisai) itu kalau pemilu misalnya ada oknum yang memakai uang  sebagai bayaran untuk mereka coblos (money politik), hal itu tidak baik. Kalau saya jadi pemilih nanti semoga saya bisa hindari politik dengan uang,” kata Eli kepada Seputarpapua.com, di sela-sela kegiatan.

Eli juga mengaku, dari hasil sosialisasi ini dia lebih mengetahui mengenai hak masyarakat menjadi seorang pengawas dalam pemilu. Masyarakat mempunyai hak untuk memilih dan juga melapor jika banyak ketidakadilan yang terjadi saat pemilu.

Disamping itu, kata Eli, para pemilih pemula juga diajarkan agar kedepan bisa menentukan pemimpin daerah yang bisa memperhatikan rakyat.

“Pemuda generasi penerus harus sadari dalam politik, kita harus sadar dan memilih orang yang harus bisa memperhatikan rakyat,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.