Bea Cukai Amamapare Setor Rp600 Miliar Lebih ke Kas Negara

I Made Aryana
I Made Aryana

TIMIKA | Hingga 31 Agustus 2020, Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Amamapare, Kabupaten Mimika, Papua telah menyetorkan Rp600 miliar lebih atau tepatnya Rp659.468.921.783 ke kas negara.

Penerimaan negara melalui KPPBC Amamapare itu diperoleh dari Bea Masuk (BM) sebesar Rp 67.383.593.000. Bea Keluar (BK) sebesar Rp 640.111.396.560 dan penerimaan pabean lainnya sebesar Rp 2.362.651.721.

“Penerimaan Bea Masuk itu berasal dari barang-barang impor. Sedangkan untuk BK berasal dari bea keluar konsentrat PT Freeport Indonesia. Sementara untuk pabean lainnya, berasal dari bunga, sanksi administrasi, dan denda,” kata Kepala KPPBC Amamapare I Made Aryana melalui pres release yang diterima seputarpapua.com, Jumat (25/9).

Dari semua itu, total penerimaan negara yang berhasil dikumpulkan oleh KPPBC Amamapare per 31 Agustus 2020, sebesar Rp 709.857.641.281.

Namun demikian, terdapat restitusi per tanggal 31 Agustus 2020 sebesar Rp 50.388.719.498. Sehingga total penerimaan menjadi sebesar Rp659.468.921.783.

“Restitusi terjadi, karena adanya putusan keberatan atau banding oleh Pengadilan Pajak, yang diajukan PT Freeport Indonesia, atas pengenaan BM dan BK,” terang Kepala KPPBC Amamapare.

IKLAN-TENGAH-berita

Restitusi Pajak adalah permohonan pengembalian pembayaran pajak yang diajukan wajib pajak kepada negara. Istilah restitusi pajak ini tercantum dalam UU KUP. Secara sederhana, dalam restitusi pajak negara membayarkan kembali atau mengembalikan pajak yang telah dibayar wajib pajak.

Ia mengatakan, dari penerimaan yang dihasilkan oleh KPPBC Amamapare, maka secara persentase realisasi penerimaan negara sebesar 113,82 persen.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar