Berkas 600 CPNS di Mimika Masih Diverifikasi dan Validasi

Sekda Kabupaten Mimika, Michael Gomar. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Sekda Kabupaten Mimika, Michael Gomar. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika mendapatkan kuota 600 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Pemerintah Provinsi Papua.

Sekretaris Daerah Mimika Michael R. Gomar mengatakan, Pemprov Papua mendapatkan jatah 20 ribu CPNS dari Pemerintah Pusat.

Dari ribuan kuato tersebut kemudian dibagi untuk kabupaten/ kota di Papua.

“Dari kuota 20 ribu CPNS tersebut dibagi ke kabupaten/kota di seluruh Papua, salah satunya adalah Kabupaten Mimika. Dimana, setiap kabupaten mendapatkan kuota rata-rata 600 orang,” kata Sekda di Hotel Grand Mozza Timika, Kamis (21/10/2021).

Menurut Sekda, Tim Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mimika dalam dua bulan terakhir sudah melakukan verifikasi data, dengan melihat ketentuan dan rujukan surat dari BKD Papua.

Data-data juga sudah dilaporkan kepada pimpinan daerah untuk dilakukan verifikasi berdasarkan ketentuan yang diamanatkan dalam surat Gubernur Papua, melalui Sekretaris Daerah Papua kepada bupati/walikota kabupaten dan kota se Provinsi Papua.

“Untuk Mimika, sesuai kebijakan dari Bapak Bupati Mimika dan juga hasil surat dari BKD Papua dan Gubernur Papua, maka ada beberapa prioritas,” katanya.

Prioritas pertama adalah, tenaga honorer K2 yang jumlahnya sebanyak 112 orang. Dimana K2 ini merupakan tenaga honorer yang sudah bekerja sejak tahun 2011 dan telah mengikuti tes CPNS pada tahun 2013.

“Walaupun dari 112 orang tersebut, ada usianya sudah lebih dari 35 tahun tetap diwajibkan dan dimasukkan ke dalam prioritas untuk dimasukkan ke dalam kuota 600 orang CPNS tersebut,” terangnya.

Selanjutnya, sesuai kebijakan pimpinan daerah bahwa sisa dari itu, maka prioritas kedua adalah para tenaga honorer Amungme-Kamoro dan Papua lainnya.

Dimana, untuk tenaga honorer Amungme-Kamoro dan Papua lainnya yang diusulkan dalam kuota 600 CPNS memiliki beberapa kriteria, seperti masa kerjanya minimal 5 tahun, ijasah pendidikan minimal SMA atau Paket C, dan memiliki pengalaman kerja di OPD. Serta ditunjang dengan analisa beban kerja dari masing-masing orang.

“Dengan demikian, untuk Mimika presentase yang diusulkan 85 persen adalah tenaga honorer Amungme-Kamoro dan Papua. Selebihnya, yakni 15 persen yang non Amungme-Kamoro,” terangnya.

Sekda juga menegaskan, walaupun sudah mendapatkan kuota 600 orang CPNS dan pihaknya sudah mengusulkannya, namun masih dilakukan verifikasi dan validasi.

Verifikasi dan validasi itu dilakukan oleh BKD Papua, BPKP Papua, dan BKN Regional Provinsi Papua.

“Dari verifikasi dan validasi tersebut, kami akan lihat sampai sejauh mana hasilnya. Apabila, ada dokumen yang tidak memenuhi ketentuan dan dikembalikan ke daerah, maka akan dilengkapi,” ujarnya.

reporter : Mujiono
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.