Boaz Solossa Cs Tahan Imbang 3-3 Tim Sepakbola PON Papua

TIM PON PAPUA - Tim Sepakbola PON Papua ketika bertanding melawan tim all star PON. FOTO: Vidi
TIM PON PAPUA | Tim Sepakbola PON Papua ketika bertanding melawan tim all star PON. (Foto: Vidi/SP)

JAYAPURA | Boaz Solosa dan kolega yang tergabung dalam mantan tim all star PON menahan imbang 3-3 tim sepakbola PON Papua di Lapangan Tunas Muda Hamadi, Sabtu (8/8) sore.

Tim sepakbola PON Papua dibawah asuhan legenda hidup Persipura Jayapura Eduard Ivakdalam melakukan laga ujicoba guna mengasa, dan mengukur kemampuan tim selama menjalani TC terpusat jelang PON XX tahun 2021 di Papua.

Meski mantan pemain PON yang di komando kapten tim Persipura Boaz Solossa yang pernah menyumbangkan medali emas di tahun 2004 tidak berhasil menuai kemenangan, membuat pemain PON cukup kerepotan.

Apalagi dari laga tersebut, bukan hanya nama kapten timnas Indonesia itu, namun sejumlah pemain beken yang bermain di kompetisi tertinggi Indonesia seperti Titus Bonay, Oktovianus Maniani, Ferinando Pahabol, Osvaldo Haay, Muhamad Tahir dan Marco Meraudje ikut berlaga.

Striker PON Papua Ricky berhasil memborong dua gol dan Rafiko satu gol, sedangkan di kubu mantan all star PON Osvaldo Haay mencetak dua gol dan Mariando Uropmabin 1 gol di akhir babak kedua.

Pelatih Tim Sepakbola PON Papua Eduard Ivakdalam mengatakan, pertandingan kali ini cukup baik.

IKLAN-TENGAH-berita

Meskipun diakui para pemain menginginkan bermain di Stadion Papua Bangkit untuk meningkatkan mental bertanding. Namun dikarenakan belum mendapatkan izin dari pengelola dinilai pemain tidak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya.

“Kita belum ada izin, dari pengelola lapangan dan pihak-pihat yang menangani lapangan sehingga akhirnya kita mau tidak mau harus bermain karena ini sudah jadwal uji coba yang sudah di rilis sama kaka-kaka mereka eks pemain PON dan juga gabungan dari pemain liga,” ujar Kaka Edu panggilan akrabnya.

“Ada banyak hal yang kita dapat sebagai hasil evaluasi kita dan kekurangan-kekurangan yang akan kita rubah nanti. Uji coba ini sangat luar biasa dan ini mungkin baru pertama kali jadi mental masih gugup karena berhadapan dengan kaka-kaka sebagian besar merupakan pemain liga. Terima kasih juga buat Ortizan dan Ricardo yang sudah membantu kami tim ini untuk memberikan support. Kira-kira kita akan ada satu kali lagi uji coba dengan eks PON lagi,” tuturnya menambah.

Sementara itu, ditempat yang sama Wakil Ketua II Puslatprov Papua Letkol Inf Asep Supriyanto yang juga Kajasdam XVII Cenderawasih mengakui dari sisi fisik, taktik dan permainan tim cukup bagus.

Apalagi ujicoba yang di isi pemain-pemain beken di Indonesia menjadikan semangat dan spririt terbaik pemain PON semakin maksimal.

“Memang saya lihat untuk permainan sudah mengimbangi dengan senior-senior sepakbola di Indonesia dan bagus. Dan atlet-atlet PON semakin harus siap, dari skill, kompakan terus menunjukan performa luar biasa dan meningkat,” harapnya.

Tidak lupa, pihaknya terus mengingatkan ujicoba ini pemain bisa terus berlatih dengan serius, sehingga medali emas di PON XX Papua bisa tercapai, sebab tim sepakbola PON merupakan cabang olahraga unggulan dan primadona masyarakat Papua.

“Sepakbola cabor unggulan kita Papua, mereka harus terus giat berlatih untuk bisa dapatkan medali emas bagi kontingen Papua nanti di PON XX Papua. Harus banga bisa bermain dengan Boaz Solossa eks PON 2004, Titus Bonay, Oktovianus Maniani, Ferinando Pahabol itu eks PON 2008, Elvis Harewan pernah di PON 2012 hingga Osvaldo Haay, Muhamad Tahir, Marco Merauje di PON 2016 Jawa Barat lalu,” tutupnya.

 

Reporter: Vidi
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar