Buchtar Tabuni dan Steven Itlay Bebas dari Penjara Balikpapan

Foto bersama Steven Itlay, Buctar Tabuni, Agus Kosay, Hengky Hilapok bersama keluarga dari Agus dan Buctar di Balik Papan. ( Foto: Dok pribadi untuk SP)
Foto bersama Steven Itlay, Buctar Tabuni, Agus Kosay, Hengky Hilapok bersama keluarga dari Agus dan Buctar di Balik Papan. ( Foto: Dok pribadi untuk SP)

JAYAPURA | Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika, Steven Itlay dan Ketua Parlemen Nasional Papua Barat (PNWP), Bucthar Tabuni dinyatakan bebas, Kamis 6 Agustus 2020 dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Balikapapan, Kalimantan Timur.

Dikutip dari Suarapapua.com, Kamis malam, disebutkan Agus Kossay, Ketua KNPB Pusat dikabarkan akan bebas juga dalam waktu dekat. Ketiganya dibebaskan usai menjalani hukuman dengan tuduhan melakukan Makar.

Sebelumnya, Ferry Gombo, mantan Presma Uncen dan Presma USTJ, ALexander Gobai lebih dulu bebas. Kemudian disusul oleh Irwanus Uropmabin.

Steven Itlay melalui sebuah video singkat usai bebas dari LP Balikpapan mengatakan, dirinya telah bebas pada 6 Agustus 2020 bersama dengan Buchtar Tabuni, Ketua PNWP.

“Kami saat ini sudah keluar dari penjara kecil ke penjara besar. Kami dipenjarakan karena bersuara demi kebebasan Tanah Papua. Hari ini 6 Agustus kami bebas dari Rutan Kalimantan Timur Indonesia,” terangnya.

Steven mengatakan proses hukum selama 11 bulan di rutan Balikpapan, Kalimantan Timur tidak akan berakhir ketika bebas, tetapi perjuangan akan berlanjut hingga Papua Merdeka.

IKLAN-TENGAH-berita

“Hari ini saya Steven Itlay bebas dari Rutan Balikpapan, yang pertama saya mau sampaikan adalah terima kasih banyak kepada semua pihak yang mendukung kami selama Proses hukum 11 bulan di dalam tahanan. Kemudian kami dari penjara kecil keluar ke Penjara besar ini, perjuangan akan jalan terus selama kami ada di bawah penjajahan Indoesia,” kata Itlay.

Dia menegaskan, rakyat Papua akan terus masuk ke dalam Penjara Indonesia selama indonesia masih menjajah Papua.

“Orang Papua tidak akan masuk penjara ketika bebas dari NKRI. Rakyat Papua akan terus masuk ke dalam penjara ini bukan akhir tetapi ini dalam proses perjuangan selama bangsa Papua masih dijajah oleh Indonesia. Rakyat Papua akan terus masuk keluar penjara,” jelas Itlay.

Steven mengajak semua pihak untuk bersatu dan melawan kolonialisme Indonesia di atas Tanah Papua hingga bebas dari penjajahan NKRI.

“Saya sampaikan pesan ini untuk kita semua, bahwa terus kita berjuang, jangan lagi kita masuk penjara tetapi terus kita berjuang sampai kita akhiri derita ini terima kasih Tuhan memberkati,” katanya.

Sementara itu, Anike Mohi, Istri Ketua Umum KNPB menjelaskan, sebelumnya ketua PNWP, Buctar Tabuni keluar pada tanggal 4 Agustus, kemudian Steven Itlay pada 6 Agustus.

“Buchtar tanggal 4 kemarin, hari ini Steven. Suami saya tanggal 13,” ungkapnya.

Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar