Buka CdM Meeting II PON XX, Lukas Enembe: Papua Aman untuk Semua Orang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Gubernur Papua, Lukas Enembe membuka CdM Meeting II PON XX Papua di Jayapura, Rabu (7/4/2021). (Foto: Papua.go.id)
Gubernur Papua, Lukas Enembe membuka CdM Meeting II PON XX Papua di Jayapura, Rabu (7/4/2021). (Foto: Papua.go.id)

JAYAPURA |Gubernur Papua Lukas Enembe memastikan penyelenggaraan PON XX 2021, aman bagi 6.496 atlet maupun ofisial yang akan disebar di empat klaster, yakni di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika.

Dibantu personel keamanan (TNI/Polri), Lukas optimis penyelenggaraan PON di Papua bakal sukses dan tak ada gangguan keamanan.

Dikatakan, Papua sudah siap menjadi tuan rumah yang baik dan siap sukseskan PON.

Ia menekankan empat klaster penyelenggaraan PON aman bagi semua orang.

“Saya katakan lagi bahwa Papua ini aman untuk semua orang dan tidak ada persoalan (gangguan keamanan),” terang Gubernur Lukas saat membuka Chef de Mission (CdM) meeting II PON XX 2021, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (07/04/2021) malam seperti dilansir dari Papua.go.id.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengatakan semua peserta CdM Meeting kedua, bakal menjadi bagian dari sejarah yang mensukseskan PON XX tahun 2021 di masa pandemi yang sangat sulit saat ini.

Ia pun yakin dengan tekad dan semangat bersama, pelaksanaan PON di Papua bakal berjalan lancar dan aman

Sementara itu, pelaksanaan PON di Papua mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin, 681 nomor pertandingan.

Juga terdapat 6496 Atlet, yang dilaksanakan di 4 klaster penyelenggara, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika

Penunjukan Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021, merupakan anugerah yang sangat besar bagi seluruh rakyat Papua.

Untuk itu, Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda mengajak semua pihak di atas tanah Bumi Cenderawasih, agar ikut mensukseskan pelaksanaan iven empat tahunan itu.

“Sebab momentum ini belum tentu bisa didapatkan dalam generasi Papua saat ini, bahkan generasi 50 tahun mendatang,”tuturnya.

Editor: Misba

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga
Dapatkan Notifikasi ?    Ya Nanti