seputarpapua.com

Buka STQ ke-II, Bupati Asmat: Jadikan Ruang Prestasi Bagi Anak-anak Muslim

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
TABUH BEDUK | Bupati Asmat Elisa Kambu menabuh beduk tanda dibukanya STQ ke-II tingkat Kabupaten Asmat, Jumat (9/4/2021).
TABUH BEDUK | Bupati Asmat Elisa Kambu menabuh beduk tanda dibukanya STQ ke-II tingkat Kabupaten Asmat, Jumat (9/4/2021).

ASMAT | Bupati Asmat Elisa Kambu membuka Seleksi Tilawtil Qur’an (STQ) ke-II Tingkat Kabupaten Asmat Tahun 2021, Jumat (9/4/2021) malam.

STQ yang dilaksanakan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Asmat, berlangsung di Lapangan SD Yapis Agats hingga Senin (12/4/2021).

Bupati Asmat Elisa Kambu mengharapkan dari pelaksanaan STQ ini menjadi ruang prestasi buat anak-anak muslim di Asmat dalam seni baca Al Qur’an.

Selain itu, dapat mengharumkan nama Kabupaten Asmat di tingkat Provinsi Papua nantinya.

“Semoga mampu mengharumkan nama Kabupaten Asmat pada STQ Provinsi Papua Juni 2021 mendatang,” kata Bupati.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Asmat ini, STQ sebagai pintu masuk memperkenalkan generasi muda muslim dalam mendekatkan mereka dengan ajaran-ajaran Tuhan.

Dengan diharapan, menjadi pribadi yang baik dan berakhlak sesuai ajaran Agama Islam.

Bupati juga berpesan kepada seluruh umat muslim di Asmat untuk tingkatkan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan menuju Asmat yang bermartabat, maju, aman, sejahterah dan religius berkelanjutan.

Salah satunya adalah toleransi umat beragama harus ditingkatkan di Kabupaten Asmat.

“Karena perbedaan adalah rahmat, mari berpegang tangan kita menyebarkan kesejukan dan kedamaian untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Asmat,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, siapa pun yang berupaya menggangu stabilitas kerukunan ummat beragama di Tanah Asmat harus ditentang bersama.

“Kita sepakat bersama, siapapun yang menggangu stabilitas ummat bergama di Asmat, maka kita akan lawan tanpa pandang bulu,” pungkas Bupati.

Ketua Panitia STQ, Nur Cholis menyampaikan bahwa STQ diikuti sekitar 50 peserta yang terdaftar pada seluruh mata lomba.

Mulai dari tilawah anak putra/putri,
tilawah dewasa putra/putri dan lomba hafiz putra/putri 1 juz hingga 30 juz.

“Dengan batas usia 23 tahun. Lebih dari umur ini tidak bisa ikut dalam mata lomba,” kata Nur Cholis kepada seputarpapua.com.

Juara satu disetiap mata lomba akan dikirim mengikuti STQ tingkat Provinsi Papua. Nur Cholis pun berharap STQ ini dapat berlangsung dengan lancar.

“Nantinya para juara khusunya juara satu kita akan kirimkan mereka mengikuti STQ tingkatan provinsi di Jayapura pada bulan Juni 2021,” pungkas Nur Cholis.

 

Reporter: Fagi Difinubun
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga