Bukan Dipukul, Ini Sanksi Fisik yang Diterima Warga Mimika Jika Melanggar PSDD

Anggota TNI dan Polisi melakukan penjagaan dan himbauan di salah satu ruas jalan di Timika. (Foto: Mujiono/SP)
Anggota TNI dan Polisi melakukan penjagaan dan himbauan di salah satu ruas jalan di Timika. (Foto: Mujiono/SP)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) pada 21 Mei hingga 4 Juni 2020.

Beberapa larangan telah ditetapkan pemerintah selama masa PSDD, mulai dari tukang ojek atau pengendara motor tidak boleh membawa penumpang, pemilik mobil rental dan bus tidak boleh membawa penumpang full.

Masyarakat dilarang berkerumun dan para pemilik toko dan usaha apapun diwajibkan tutup tepat pukul 14:00 WIT.

Beberapa sanksi juga telah ditetapkan diantaranya membubarkan kerumunan warga, hingga melakukan rapid test terhadap warga yang melanggar peraturan PSDD.

Selain sanksi-sanksi tersebut, juga ada sanksi fisik yang akan diterima masyarakat jika melanggar peraturan PSDD itu.

“Sanksinya tidak di pukul, sanksi itu kalau tidak pakai masker dan bawa penumpang yang lain maka dia punya sanksi itu kita kasih turun dia, kemudian push up 100 atau 200 kali” kata Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat diwawancara, Rabu (20/5).

IKLAN-TENGAH-berita

Selain memberikan sanksi, Bupati menyebut petugas yang berjaga di jalan juga harus menyiapkan masker, sehingga jika ada warga yang tidak menggunakan masker bisa langsung diberikan setelah memberikan sanksi.

“Sehingga kita juga harus memberikan kalau dia tidak punya masker, maka kita tim harus siapkan masker untuk kasih,” katanya.

Lanjutnya, setelah dilakukan pembatasan sosial diperluas dan diperketat dimana petugas berjaga di jalanan ini, Ia berharap agar warga tidak lagi bepergian dari RT ke RT lain maupun dari Kelurahan ke kelurahan lainnya.

“Setelah kita buat jangan lagi dari RT lain ke RT lain, lurah lain ke lurah lain itu kan namanya bawa virus untuk orang lain,” tutur Bupati.

Ia mencontohkan seperti di Kelurahan Kebun Sirih, Gorong-gorong dan Tembagapura yang saat ini merupakan zona merah penyebaran virus Corona, wilayah zona merah itu lah yang akan dibatasi oleh pemerintah.

“Seperti di Kebun Sirih, Gorong-gorong, Tembagapura kan ini kan zona merah jadi itu yang kita batasi jangan sampai masyarakat kesana kesini. Jangan juga karena ini zona merah jadi saya harus ke zona hijau, itu yang kita jaga makanya kita harus pastikan dia memang penduduk di situ,” jelas Bupati.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar