Bupati Eltinus Omaleng Tanggapi Tuntutan Soal CPNS Kuota 600

Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng menanggapi tuntutan terkait nama-nama yang tidak tercantum dalam daftar yang dinyatakan lulus CPNS kuota 600.

Bupati mengatakan, hasil CPNS kuota 600 sudah diterima, namun pihaknya masing mengecek nama-nama tersebut masih aktif atau tidak.

“Tapi sebenarnya itu kita mau absen mereka yang 600 orang ini masih ada atau tidak,” jelas Eltinus ketika diwawancarai di Pendopo, Rumah Negara, Selasa (28/6/2022).

Mengenai nama-nama yang terdaftat, kata dia, sudah tidak bisa diganti dengan nama lainnya.

“Dari 600 itu satupun tidak bisa diganti, tidak bisa dirubah nama. Jadi orang yang sudah masuk didalam kuota 600 itu sudah terkunci. Karena berkasnya sudah ada di BKN,” kata Bupati.

Bahkan di BKN, NIP untuk 600 orang ini sudah siap tinggal nanti ditandatangani oleh Sekda kemudian dilaporkan untuk turunkan SK CPNS-nya.

“Jadi kalau ada si ini masuk, kata siluman-siluman itu tidak benar, saya sebagai orang politik nyatakan bahwa itu dia punya nasib. Kalau siapapun yang ada dalam 600 orang itu ndak usah kita persoalkan,” tegas Eltinus.

Menurutnya, semua honorer tidak bisa diakomodir, karena pihaknya sudah memprioritaskan 95 persen adalah anak Amungme dan Kamoro dan Papua lain sementara di luar Papua hanya 5 persen.

“Yang ada beberapa orang yang masukan didalam situ melengkapi 600 itu. jadi kalau teman-teman lain tidak dapat diakomodir itu mungkin teman-teman lain tapi anak-anak Amungme dan kamoro juga Papua lain tidak ada yang kita kasih tinggal sudah masuk semua,” ucapnya.

Dikatakan nantinya ada tahap kedua yakni kuota 274 orang. Itupun kata Bupati pihaknya masih prioritaskan anak Amungme dan Kamoro.

Jika semua honorer Amungme dan Kamoro sudah tidak ada lagi barulah diakomodir yang umum diluar honorer pun bisa ikut sebab kata Eltinus ASN ini semua warga negara Indonesia memiliki hak yang sama.

“Yang penting anak anak daerah sudah harus masuk. Makanya dari pada mereka ribut-ribut semua saya sudah penuhi anak anak Amungme dan Kamoro sudah dimasukan semua,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.