Bupati Intan Jaya: Dua Petugas Kesehatan Dihadang KKB saat Mengambil Obat

Ilustrasi
Ilustrasi

JAYAPURA | Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengatakan dua petugas kesehatan Gugus Tugas Covid-19 diduga dihadang kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat dalam perjalanan mengambil obat-obatan.

Ia mengungkapkan, satu dari petugas kesehatan tersebut atas nama Eunico Somou, SKM telah gugur dalam tugas penanggulangan wabah virus corona.

“Informasi kejadiannya pada sore hari tadi. Namun jam berapa belum jelas. Mereka dalam perjalanan untuk mengambil obat,” kata Bupati Natalis saat dihubungi Jurnalis Bogopapua, Jumat (22/5).

Bupati Natalis mengatakan, sebelum akhirnya ditembak, kedua pahlawan kesehatan ini diduga dianiaya terlebih dahulu.

“Pelakunya KKB mereka. Tetapi belum konfirmasi baik sebab kami belum di TKP. Saat ini kami masih sedang dalam pendalaman kelanjutan kasus ini,” kata dia.

Natalis menyebut, salah satu dari tenaga kesehatan itu menjabat Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) di Wandai, Intan Jaya.

IKLAN-TENGAH-berita

“Jadi mereka ini dua-duanya adalah tenaga kesehatan kami,” katanya.

Kedua korban yakni Almalek Bagau, SKM dan Eunico Somou, SKM masuk memegang SK Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Intan Jaya untuk tingkat kecamatan dalam hal ini di Distrik Wandai.

Natalis menerangkan, ketika itu mereka dalam perjalanan dari Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya membawa obat-obatan menuju ke Distrik Wandai.

“Jam persis kejadiannya saya belum tau karena belum konfirmasi. Karena di atas, HP-nya mati, tidak ada signal. Berada di luar jangkauan,” ujarnya.

Keterbatasan sarana telekomunikasi di Distrik Wandai yang hanya bisa melalui radio, menjadi salah satu kendala pihaknya sehingga susah mendapatkan informasi terkait peristiwa ini.

Rencananya, Sabtu (23/5) besok, Bupati Natalis bersama Kapolres Intan Jaya dan Dandim setempat akan bertolak menuju ke Distrik Wandai untuk mengevakuasi jenazah dan satu korban kritis.

“Puji Tuhan kalau korban luka ini dapat bertahan untuk kami jemput bawa ke Nabire untuk mendapat pertolongan medis,” harap Natalis.

Saat ini, kedua korban masih berada di Pastoran Bilai. Pihak Pastoran Bilai yang pertama memberikan informasi terkait peristiwa yang menimpa petugas kesehatan tersebut.

Bupati Natalis juga belum bisa memastikan motif penyerangan oleh kelompok bersenjata di sana. Tentu, menurutnya, bukan dengan motif merampas alat kesehatan atau obat-obatan.

“Kita belum tau dan masih menggali informasi. Kalaupun mereka meminta alat kesehatan pasti dikasih. Tetapi kalau sampai dibunuh seperti itu, saya pikir muatannya bukan untuk merebut alat kesehatan. Tetapi ada muatan lain,” katanya.

Pihaknya juga sedang berusaha membangun komunikasi ke Distrik Wandai karena kebetulan ada beberapa anggota DPRD sedang masa reses disana. Sayangnya, komunikasi terputus karena signal yang sangat sulit.

“Saat ini kami usaha terus mengontak mereka dengan menggunakan HP satelit,” kata dia.

Reporter: Josemaria
Sumber: Bogopapua.com
Editor: Sevianto

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar