Bupati Mimika Ajukan Penambahan Kuota 600 CPNS ke Pemprov Papua

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi
Ilustrasi

TIMIKA | Setelah mendapatkan kuota 600 calon pegawan negeri sipil (CPNS), Bupati Mimika Eltinus Omaleng kembali menyurat dan meminta tambahan kuota kepada Gubernur Papua Lukas Enembe.

“Untuk CPNS, selain sudah mendapatkan kuota 600 orang, bapak Bupati juga sudah menyurat ke Gubernur Papua untuk kuota CPNS tambahan. Dimana kuota yang diminta dalam surat tersebut sebanyak 600 orang,” kata Sekda Mimika Michael R Gomar saat ditemui di Hotel Grand Mozza Timika, Kamis (21/10/2021).

Sekda menerangkan, permintaan penambahan kuota ini, karena dari hasil rapat di Jayapura ada beberapa kabupaten yang tidak bersedia dan mengambil kuota 600 orang CPNS tersebut.

Apabila ada kabupaten/kota yang tidak mengambil kuota itu, maka kebijakan dari Pemprov Papua, kabupaten lain bisa mendapatkan kuota tambahan.

“Kita berharap tambahan permintaan itu disetujui. Sehingga diharapkan jumlah tenaga honorer di Mimika bisa berkurang, baik itu pengangkatan formasi CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K),” ujarnya.

Perlu diketahui, dari kuota 600 orang CPNS dari Pemprov Papua tersebut, Pemkab Mimika sudah melakukan pengusulan dengan beberapa prioritas.

Prioritas pertama adalah tenaga honorer K2 yang jumlahnya sebanyak 112 orang. Dimana K2 ini merupakan tenaga honorer yang sudah bekerja sejak tahun 2011 dan telah mengikuti tes CPNS pada tahun 2013.

Walaupun dari 112 orang tersebut ada usianya sudah lebih dari 35 tahun, namun tetap diwajibkan dan dimasukkan ke dalam prioritas untuk didorong dalam kuota 600 orang CPNS tersebut.

Selanjutnya, sesuai kebijakan pimpinan daerah bahwa sisa dari itu maka prioritas kedua adalah para tenaga honorer Amungme-Kamoro dan Papua lainnya.

Dimana, untuk tenaga honorer Amungme-Kamoro dan Papua lainnya yang diusulkan dalam kuota 600 CPNS memiliki beberapa kriteria, seperti masa kerjanya minimal 5 tahun, ijazah pendidikan minimal SMA atau Paket C, dan memiliki pengalaman kerja di OPD.

Selain itu, perlu ditunjang dengan analisa beban kerja dari masing-masing orang.

 

Reporter: Mujiono
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Alami Cedera Otot, Ahmad Hidayat Tambah Emas untuk Jabar di Peparnas XVI
Alami Cedera Otot, Ahmad Hidayat Tambah Emas untuk Jabar di Peparnas XVI
Suhartuti Sumbang Emas untuk Riau di Laga Menembak Perdana Peparnas XVI
Suhartuti Sumbang Emas untuk Riau di Laga Menembak Perdana Peparnas XVI
Baca Juga