Bupati Mimika Jawab Alasan Tetapkan Biaya Rapid Test Rp600 ribu

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng

TIMIKA | Bupati Mimika, Provinsi Papua, Eltinus Omaleng akhirnya menanggapi keluhan masyarakat terkait dengan biaya rapid test yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.

Dimana, biaya yang ditetapkan jauh lebih tinggi dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan tentang Tarif Tertinggi Biaya Pemeriksaan Rapid Test.

Diketahui, dalam Peraturan Bupati ditetapkan biaya rapid test sebesar Rp 600 ribu, sedangkan dalam surat edaran Kemenkes yang dikeluarkan beberapa hari terakhir bahwa tarif tertinggi biaya rapid test ialah Rp150 ribu.

“Surat edaran ini baru dikasih keluar. Kami yang lebih dulu kasih keluar dengan tarif Rp600 ribu,” katanya di Kantor DPRD Mimika, Jumat (10/7).

Kata dia, pada saat ditetapkan biaya itu, banyak orang yang mengejar untuk melakukan rapid test sebagai syarat untuk melakukan perjalanan keluar Timika.

Sementara, Pemerintah ingin agar masyarakat sebaiknya tetap berada di dalam Kota Timika atau tidak bepergian agar terhindar dari paparan virus Corona.

“Itu kenapa kita kasih naik tinggi, supaya mereka tidak keluar-keluar, kita tekan melalui itu,” katanya.

Menurutnya, dengan biaya rapid test yang cukup mahal itu, maka masyarakat akan berfikir lagi untuk melakukan perjalan karena tentu membutuhkan biaya yang banyak.

“Karena kan kalau orang mau pergi uang mana mau bayar tiket, mau bayar rapid tes dan swab itu, kan mahal. Sehingga orang yang mau keluar itu dapat berpikir kembali,” tutur Eltinus.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar