Bupati Nduga Meninggal, Engelbertha Kotorok: Kita Kehilangan Tokoh Putra Papua

Tokoh perempuan Mimika sekaligus mantan Wakil Ketua II MRP, Engelbertha Kotorok. (Foto: Saldi/SP
Tokoh perempuan Mimika sekaligus mantan Wakil Ketua II MRP, Engelbertha Kotorok. (Foto: Saldi/SP)

TIMIKA | Bupati Kabupaten Nduga, Papua, Yairus Gwijangge meninggal dunia pada Minggu, 15 November 2020 dini hari, setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta Selatan.

Sosok Almarhum Yairus Gwijangge yang menjabat dua periode sebagai Bupati Nduga ini, membuktikan bahwa masyarakat di daerah itu percaya akan kepemimpinan beliau. Terutama dalam melindungi masyarakat dari ancaman keamanan yang diketahui beberapa tahun terakhir Kabupaten Nduga sering terjadi konflik bersenjata antara TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Menurut tokoh perempuan Mimika, Angelbertha Kotorok yang juga mantan Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP), Bupati Yairus adalah seorang tokoh sekaligus putra Papua yang patut dijadikan contoh. Ia menilai, selain berkepribadian baik, Yairus adalah tokoh yang sangat dipercaya oleh masyarakat.

“Kita merasa kehilangan seorang tokoh untuk putra Papua, maupun tokoh didalam menjalankan pemerintahan. Beliau sangat luar biasa,” kata Engelbertha saat ditemui di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika, Senin (16/11).

Karena kebaikan dan perhatiannya terhadap masyarakat, kata Angelbertha, pantas jika Yairus masih dipercaya oleh masyarakatnya untuk memimpin di Kabupaten Nduga yang kedua kalinya.

“Dia bisa menjalankan tugas dengan baik sehingga dia bisa memperoleh jabatan (Bupati) dua periode,” ujarnya.

IKLAN-TENGAH-berita

Selama hidup, Engelbertha sering bertemu dengan Yairus pada acara-acara resmi pemerintahan di Jayapura, seperti misalnya dalam acara perkumpulan Bupati dan Walikota se Provinsi Papua. Meski tidak menjalin komunikasi secara intens, namun dengan melihat secara langsung, sosok Bupati Yairus adalah tokoh yang berpengaruh di Papua.

“Secara langsung komunikasi tidak, tapi biasa ada di acara perkumpulan bupati-bupati se Provinsi Papua, terus ada acara-acara di provinsi biasa bertemu,” katanya.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar