Buruh Terdampak Covid-19, Disnaker: Perusahaan Stop Gunakan Istilah Asing

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mimika Ronny Marjen. (Foto: Anya Fatma/SP)
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mimika Ronny Marjen. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Pekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia baik privatisasi maupun kontraktor benar-benar terdampak pandemi Covid-19 atau virus corona jenis baru.

Sebelumnya, dilaporkan sudah ratusan pekerja yang terpaksa diberhentikan karena Freeport tidak lagi memperpanjang kontrak dengan perusahaan sub kontraktor.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mimika Ronny Marjen mengatakan, di tengah pandemi saat ini diharapkan tidak lagi ada istilah-istilah asing yang digunakan oleh perusahaan dalam mengatasi masalah.

Istilah asing dimaksud adalah kebijakan perusahaan sebagai dalih dalam mengatasi masalah krisis ketenagakerjaan, yang sebenarnya tidak dikenal dalam segala ketentuan yang berlaku di Indonesia.

“Kita tidak mengenal istilah dirumahkan, saya sudah tegaskan hentikan gunakan bahasa-bahasa asing,” katanya usai melakukan pertemuan bersama Manajemen PT Freeport Indonesia dan Serikat Pekerja Buruh di salah satu hotel di Jalan Yos Sudarso, Kota Timika, Selasa (30/6).

Katanya, dalam situasi saat ini, pemerintah, manajemen perusahaan dan serikat pekerja harus menjadi tim yang solid untuk bersama-sama menyelamatkan perusahaan dan juga pekerja buruh.

“Ini yang mau kita jaga. Karena tidak mungkin pekerja buruh bekerja tanpa perusahaan dan tidak mungkin juga perusahaan ini berjalan tanpa pekerja buruh,” katanya.

Ronny menjelaskan, saat ini tidak ada pekerja yang dirumahkan, namun sejumlah pekerja memang tertahan karena tidak bisa kembali ke area kerja khususnya di wilayah Tembagapura.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar