Catatan Aksi Tandi Kogoya, Danyon 8 TPNPB Intan Jaya yang Berakhir di Mimika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab saat menunjukan foto Tandi Kogoya dalam Jumpa Pers di Mako Brimob Timika, Kamis (16/4). (Foto: Sevianto/SP)
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab saat menunjukan foto Tandi Kogoya dalam Jumpa Pers di Mako Brimob Timika, Kamis (16/4). (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Pada Kamis 9 April 2020, tim gabungan TNI/Polri menyergap camp tempat persembunyian kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Jalan Trans Nabire, Jayanti, Distrik Iwaka, Mimika.

Dalam upaya penegakan hukum tersebut, dua anggota KKB tewas setelah sempat terlibat kontak tembak dengan aparat, yaitu Tandi Kogoya dan Manu Kogoya.

Keduanya diketehui terlibat penembakan yang menewaskan karyawan Freeport Indonesia asal Selandia Baru, Graeme Thomas Wall, di Kuala Kencana pada 30 Maret lalu.

Seorang lainnya berhasil ditangkap hidup-hidup, yaitu Indius Sambom alias Ivan Sambom. Ia tergabung dalam kelompok KNPB Timika dan terafiliasi dengan KKB Tembagapura sebagai komandan logistik.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, di Timika, Kamis (16/4), mengatakan Tandi Kogoya adalah sosok pelaku kriminal cukup agresif.

“Jika kita lihat, anak ini cukup agresif karena selalu tampil di depan dalam berbagai kesempatan,” katanya.

Dalam catatan kepolisian, Tandi Kogoya diketahui terlibat dalam penyanderaan warga sipil, serta serangkaian penembakan di wilayah Tembagapura pada 2017 lalu.

Pada tanggal 15 April 2018, Ia ditangkap di Nabire oleh Satgas Khusus terkait aksi penembakan yang terjadi di Mile 69, area operasi Freeport, di Distrik Tembagapura.

Setelah menjalani serangkaian penyidikan, Tandi Kogoya kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri Kota Timika. Namun, Ia hanya divonis 1 tahun 6 bulan.

“Ini yang disayangkan, bahwa yang bersangkutan hanya mendapat vonis 1 tahun 6 bulan,” ujar Waterpauw.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Baca Juga