Cek Fakta: “Lebih Mudah Terinfeksi COVID-19 Setelah Divaksin”

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Sumber: covid19.go.id

CEK FAKTA | Berbagai informasi menyesatkan warawiri di jagad maya seputar vaksin COVID-19. Baru-baru ini beredar sebuah unggahan di media sosial yang menyebut orang lebih mudah terinfeksi COVID-19 setelah divaksin.

Setelah tim seputarpapua.com melakukan penelusuran, ternyata informasi tersebut tidak benar alias hoax. Sejumlah sumber resmi telah mengklarifikasi informasi menyesatkan ini.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan seseorang yang sudah divaksin COVID-19 tetapi antibodinya belum terbentuk sempurna, memiliki risiko infeksi yang sama dengan orang yang belum divaksin.

Orang yang telah menerima vaksin Covid-19 memang masih bisa terinfeksi, selama antibodi belum terbentuk. Tetapi tidak lebih rentan.

Ia kembali menegaskan, bahwa vaksin tidak mencegah penularan, tetapi mencegah seseorang jatuh sakit atau sakit berat. Vaksin dapat mengurangi resiko infeksi lebih parah bila terpapar COVID-19.

“Hati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar tidak melalui kanal-kanal resmi, seperti postingan di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting,” katanya dilansir dari covid19.go.id – situs resmi pemerintah Indonesia untuk penanganan COVID-19.

 

Referensi cek fakta:

https://komin.fo/inihoaks

https://turnbackhoax.id

https://cekfakta.com

 

 

Editor: Sevianto Pakiding
Berita Terkait
Baca Juga