Cerita Aleks Tsenawatme, Ketika Menyapa Langsung Masyarakat Jila dan Hoya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BANTUAN | Wakil Ketua I DPRD Mimika saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat saat kegiatan Reses II. (Foto: Ist/Seputarpapua)
BANTUAN | Wakil Ketua I DPRD Mimika saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat saat kegiatan Reses II. (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Aleks Tsenawatme, adalah wakil rakyat yang duduk di DPRD Mimika, dan juga sebagai Wakil Ketua I DPRD Mimika.

Aleks sapaan akrabnya pada tanggal 18-20 November 2021 melakukan kegiatan reses di Distrik Jila dan Hoya yang merupakan daerah pemilihan (Dapil) V.

Reses sendiri bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait pembangunan dan kondisi yang ada, untuk nantinya dimasukkan ke dalam pokok pikiran (pokir) anggota Dewan, sehingga bisa dimasukkan dalam APBD Kabupaten Mimika.

Kepada media ini, Aleks yang juga politisi Partai Nasdem bercerita jika masyarakat di dua distrik tersebut minta dibangunkan puskesmas, jembatan gantung, dan lainnya.

“Tiga hari saya turun ke konstituen, untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dan banyak hal yang disampaikan oleh masyarakat,” kata Aleks melalui telepon selulernya, Senin (22/11/2021).

Aleks mengaku, aspirasi disampaikan masyarakat sifatnya sangat mendasar karena sangat dibutuhkan, seperti pembangunan gedung puskesmas, jembatan gantung, gereja, perumahan layak huni, dan lapangan terbang (lapter).

“Masyarakat meminta kepada DPRD, dalam hal ini saya, agar diperhatikan masalah pembangunan di Jila dan Hoya. Sehingga masyarakat juga bisa merasakan nikmatnya pembangunan,” ujarnya.

Menurut Aleks, permintaan masyarakat bukan tanpa alasan atau mengada-ada, karena sesuai dengan kenyataan dan realita yang ada.

Misalnya, masyarakat Jila meminta dibangunkan puskesmas. Ini karena gedung puskesmas sudah lapuk dan tidak layak digunakan. Begitu juga dengan perumahan tenaga kesehatan atau medis.

“Hal ini merupakan kebutuhan dasar yang harus didapatkan oleh masyarakat, khususnya kesehatan. Karenanya ini akan jadi perhatian kami di DPRD,” katanya.

Kemudian, untuk pembangunan jembatan gantung. Semua mengetahui bahwa di Jila dan Hoya daerah pegunungan, yang terdiri dari lembah, sungai, dan bukit.

Untuk mencapai ke daerah lain, masyarakat harus menyusuri sungai yang sangat deras. Dan tidak sedikit pula, masyarakat yang menjadi korban karena terhanyut sungai.

“Karenanya, masyarakat meminta jembatan gantung karena menjadi satu-satunya akses utama, dari satu daerah atau kampung ke daerah lain,” ujarnya.

Sementara untuk lapter, masyarakat sangat terkendala dengan transportasi udara. Karena kendala inilah, maka semua kebutuhan maupun lainnya juga terkendala.

Utuk di Jila, kata Aleks, pembangunan lapter sudah berjalan berapa persen, namun berhenti. Sementara, untuk Hoya pembersihan lahan lapter sudah dilakukan, namun sampai saat ini belum dilanjutkan pembangunannya.

“Kalau jembatan tadikan, menghubungkan kampung dan distrik satu ke yang lain. Untuk lapter, dari daerah di pegunungan dengan kota, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Bisa ditempuh dengan jalan kaki, tapi harus butuh berapa hari,” tuturnya.

“Begitu juga dengan pembangunan gereja, yang dibutuhkan oleh masyarakat dan itu jadi kebutuhan dasar, khususnya spiritual,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Aleks, aspirasi dari masyarakat akan dirapatkan dan dimasukkan ke dalam pokir, sehingga bisa dimasukkan dalam program pembangunan pemerintah daerah dan dianggarkan ke dalam APBD 2022.

“Kami akan kawal proses ini, dengan tujuan agar masyarakat di daerah pedalaman juga bisa menikmati pembangunan. Apalagi di daerah pegunungan dihuni masyarakat asli Papua,” ujarny.

Menyangkut masalah keamanan, Aleks menilai tidak menjadi soal, karena semua kebutuhan diminta langsung oleh masyarakat, sehingga dipastikan tidak ada masalah.

“Oleh karenanya, apa yang jadi permintaan masyarakat dan ini berkenaan dengan kepentingan umum, untuk bisa diakomodir. Sehingga pembangunan di daerah ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, mulai pedalaman, pesisir pantai, dan perkotaan,” pungkasnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Baca Juga