Cerita Fransina, Pejuang Pendidikan Hingga Suami Hilang di Perairan Mimika

Fransina Ririhena besama suami Joshua Wutwensa berfoto dengan anaknya yang baru berusia 3 bulan di Gereja. (Foto: Ist)
Fransina Ririhena besama suami Joshua Wutwensa berfoto dengan anaknya yang baru berusia 3 bulan di Gereja. (Foto: Ist)

Pagi itu, Sabtu (16/7/2022), Fransina Ririhena menggendong sang bayi berusia tiga bulan ditemani suami Joshua Wutwensa melakukan perjalanan bersama rombongan ke Pomako.

Suami tercinta, Joshua Wutwensa adalah seorang pejuang pendidikan di daerah pedalaman tepatnya di SD Negeri Bibilawak, Kampung Bibilawak, Distrik Tembagapura.

Pasangan yang baru menikah ini sama-sama adalah pejuang pendidikan yang komplit, suami mengajar anak Mimika di gunung dan Fransina mengajar generasi Mimika di daerah pantai.

Mereka berdua adalah salah satu pasangan yang dipersatukan Tuhan untuk bisa mendidik anak-anak di Mimika.

Pagi itu, berhubung sekolah di daerah gunung masih libur, sang suami sangat ingin bisa menghantar Fransina dan anaknya ke daerah pesisir yakni Kampung Omoga atau sering disebut Kampung Manasari.

Sang suami sangat berbahagia karena pada 7 April 2022 ia mendapatkan hadiah terindah dari sang istri yaitu kelahiran putra tercinta yang diberi nama Welem Mark Wutwensa. Dengan kebahagiaan tersebut ia ingin terus berada disamping sang istri dan anak dan mengantar mereka ke tempat tugas istri. Selanjutnya ia akan kembali dan naik ke tempat tugasnya di gunung.

Mereka selalu terpisah oleh jarak karena perjuangan menjadi tenaga pendidik. Hari itu Joshua, Fransina dan anak beserta rombongan tiba di Pomako dan mulai berkemas naik ke perahu.

Diatas perahu, Fransina erat menggendong bayi mereka. Sungguh perjuangan yang hebat. Fransina adalah ibu yang luar biasa karena mengajarkan anaknya perjuangan sejak masih bayi.

Perahu kecil berwarna biru bermesin 40 PK tersebut akhirnya membawa Fransina dan semua rombongan keluar dari perairan Pomako sekitar pukul 06.00 WIT menuju ke tempat tugas Fransina.

Fransina tak memiliki firasat apapun. Sebab dengan bahagia ia merasa suami yang sangat perhatian terhadap dirinya dan anaknya mau mengantar mereka ke tempat tugasnya. Ia pun tak menyangka insiden itu bisa terjadi dengan cepat.

“Tidak ada tanda-tanda sama sekali,” kata Fransina kepada Seputarpapua.com, Minggu (17/7/2022).

Tidak disangka-sangka pukul 08.00 insiden itu terjadi. Sang suami tercinta Yoshua Wutwensa terjatuh di sekitar perairan Puriri, Timika akibat ombak yang menghantam perahu.

Pagi itu, kesedihan menyelimuti hati Fransina yang tidak bisa banyak melakukan apa-apa, ia hanya bisa berpasrah dan mendekap sang anak tercinta sambil menangis.

“Posisi saya lagi gendong anak kecil, kami rasa gelombang, kalau saya cerita terlalu panjang,” ucap Fransina tak sanggup melanjutkan ceritanya mengingat kejadian tersebut.

Fransina mengatakan sosok suaminya adalah orang yang baik dan bertanggung jawab dalam rumah tangganya.

Banyak kisah indah yang dilalui bersama sang suami, dimana Joshua menjadi seorang guru sejak tahun 2016 di Kontrak di Hoya, lalu ia dipindahkan lagi ke Bibilawak hingga kini ia dinyatakan lulus menjadi tenaga P3K dan tetap dipercaya bertugas di Bibilawak.

“Perjuangan kami berdua itu dimana dia tes PNS dua kali gagal dia sempat lemah, down putus asa, tapi akhirnya puji Tuhan kemarin tes P3K, itu momen yang paling indah pada saat dia jatuh saya selalu berusaha untuk angkat dia,” katanya.

Fransina sendiri bertugas sebagai guru di SD Negeri Omauga sejak Bulan Maret tahun 2022. Dengan jarak tempat tugas, Fransina mengatakan mereka selalu saling menguatkan.

“Kata-kata yang suami saya selalu bilang ke saya supaya kuat itu mengajar dengan hati dengan tulus. Kita mengajar dengan hati Tuhan akan menentukan hasil kerja kita,” ujarnya.

Saat ini, Joshua masih dalam tahap pencarian oleh tim SAR gabungan. Fransina terus berharap agar bisa bertemu dengan pasangan hidupnya yang selalu menemaninya saat susah maupun senang.

“Harapan terbesar saya Mujizat Tuhan dia ditemukan dalam keadaan hidup, tapi jika Tuhan berkehendak lain saya pribadi iklas, tapi saya ingin dia ditemukan apapun keadaannya,” harap Fransina.

Dengan situasi transportasi dan akses tempat tugas dan para guru sering menjadi korban, Fransina memiliki harapan juga agar perjuangan para guru bisa diperhatikan.

“Kami harap bisa diperhatikan dari segi transportasi bisa memadai, karena kami juga berjuang, berusaha agar menjalankan tugas dengan baik, pemerintah bisa memperhatikan kami, itu jadi harapan kami,” pungkasnya.

 

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.