Clamp di Pusat Bayi Dibuang Jadi Petunjuk Polisi Ungkap Identitas Orang Tuanya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto. (Foto: Muji/Seputarpapua)
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto. (Foto: Muji/Seputarpapua)

Ia menambahkan, kasus ini masih didalami oleh penyidik. Dimana untuk pelaku perempuan masih dalam perawatan, karena kondisinya kurang sehat. Sementara pelaku laki-laki berinisial KN masih diperiksa.

“Kami masih dalami, siapa yang berperan dalam kasus ini. Selain itu juga akan memeriksa pihak rumah sakit,” ujarnya.

Untuk pasal dalam kasus ini, Polisi menyangkakan dengan Pasal 305 KUHP, Subsidier Pasal 308, dan juncto pasal 55 KUHP.

Pasal 305 KUHP menyatakan bahwa: “Barang siapa menempatkan anak yang umurnya belum tujuh tahun untuk ditemukan atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.”

Pasal 308 KUHP yang berbunyi: “Jika seorang ibu karena takut akan diketahui orang tentang kelahiran anaknya, tidak lama sesudah melahirkan, menempatkan anaknya untuk ditemukan atau meninggalkannya dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya, maka maksimum pidana tersebut dalam pasal 305 dan 306 dikurangi separuh.”

Sebelumnya pada Sabtu lalu bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan warga di Jalan C. Heatubun, atau jalan di depan Kantor KPPN Timika), untuk mengevakuasi bayi yang masih dalam kondisi hidup tersebut.

“Setelah dievakuasi, bayi itu dibawa ke RSMM Caritas untuk ditangani pihak medis,” kata Hermanto, diruang kerjanya, Senin.

Bayi tersebu saat ditemukan berada di dalam kardus dan dibungkus kain (selimut) berwarna hitam berlogo garuda, serta masih terdapat penjepit pada tali pusar bayi.

Selain itu, ditemukan juga selembar baju kaos hitam serta satu botol susu (dot) yang masih terdapat susu di dalamnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Misba
Berita Terkait
Baca Juga