seputarpapua.com

Dampak Covid-19, Ekonomi Peternak di Waropen Menurun Drastis

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Markurius Maikel Kaiway. (Foto: Ist)
Markurius Maikel Kaiway. (Foto: Ist)

TIMIKA | Pandemi Covid-19 yang melanda dunia mengakibatkan dampak yang sangat buruk bagi Negara maupun rakyatnya. Khususnya di Papua, di Kabupaten Waropen, para peternak merasakan dampaknya hingga menurunkan perekonomian mereka sangat drastis.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Waropen, Markurius Maikel Kaiway,mengakui bahwa kondisi perekonomian para peternak di wilayah itu mengalami penurunan drastis. Hal ini menyangkut menyangkut pakan dan lainnya yang dibawa dari luar daerah. Apalagi ini juga terkait dengan ketersediaan anggaran di Kabupaten Waropen.

“Dalam Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini saja kami selama setahun ini sama sekali tidak ada kegiatan, karena semuanya dipangkas untuk Covid-19. Sedangkan untuk tahun 2021 juga semuanya diarahkan untuk fokus ke persiapan pelaksanaan sidang sinode GKI di Tanah Papua yang akan digelar pelaksanaannya di Kabupaten Waropen,” kata Markurius saat dihubungi dari Timika, pada Senin (30/11).

Sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lapangan, ia mengakui sangat terganggu dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini. Apalagi kebijakan pemerintah yang diakuinya tidak menyentuh pada hal-hal yang sedang terjadi akibat pandemi Covid-19.

“Kita diharapkan bisa kerja dari rumah, cuma mau kerja dari rumah juga kan kita membutuhkan pulsa dan lain-lain,” ungkapnya.

Kata dia, rencananya pada pekan lalu pihaknya hendak melakukan aksi demo disaat Hari Guru untuk menyuarakan hal-hal yang terjadi, namun karena ada dua rekan ASN mereka yang meninggal dunia sehingga rencana itu terpaksa ditunda.

Menurut dia, potensi peternakan lokal di Waropen yang dominan adalah peternakan sapi. Selain untuk kebutuhan lokal, juga di ekspor ke kabupaten terdekat seperti Yapen (Serui), Biak Numfor, Supiori maupun Nabire.

Oleh karena itu, jika tidak diperhatikan, atau jika kedepannya kondisi masih tetap seperti di tahun ini, Markurius memprediksi bahwa perekonomian Waropen akan menjadi lebih parah.

“Perekonomian Waropen akan lebih hancur lagi,” katanya.

Berita Terkait
Baca Juga