seputarpapua.com

Dana Desa di Mimika Diprioritaskan untuk Penanganan Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kepala DPMK Michael Gomar melaporkan anggaran dana desa. Foto: Anya/SP
Kepala DPMK Michael Gomar melaporkan anggaran dana desa. (Foto: Anya/SP)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika telah menyerahkan secara simbolis dana desa kepada perwakilan kepala kampung, Rabu (13/5).

Adapun dana desa tahun 2020 dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp 148.779.739.000 , sedangkan alokasi dana desa dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp 160.300.000.000.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Michael Gomar mengatakan, prioritas kegiatan dana desa dan alokasi dana desa tahun 2020 berdasarkan Permendesa nomor 6 tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa dan Peraturan Bupati nomor 8 tahun 2020 tentang Pengelolaan Keuangan Kampung.

Adapun empat kegiatan prioritas dari dana desa yang bersumber dari APBN diantaranya, pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di desa dengan total anggaran sebesar Rp 32.700.000.000.

Kegiatan ini meliputi sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di desa, lock down parsial wilayah kampung atau RT, pendataan pengawasan warga yang melakukan isolasi atau karantina mandiri, pengadaan masker dan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan, pengawasan kebijakan pemda terkait jam beraktivitas.

“Melibatkan masyarakat kampung secara gotong royong dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan juga mendirikan posko relawan desa lawan Covid-19 di desa,” jelasnya.

Kegiatan prioritas berikutnya ialah BLT dana desa dengan anggaran sebesar Rp 47.001.308.400. BLT dana desa ini diserahkan kepada warga yang tidak menerima PKH, KKS, maupun bantuan sosial lain dari pemerintah. Pendataan penerima manfaat dilakukan oleh relawan desa.

Setelah pendataan, dilakukan verifikasi penerima BLT dana desa kemudian ditetapkan dalam musyawarah desa khusus dituangkan dalam SK kepala kampung dan diusulkan kepada bupati untuk ditetapkan dengan SK Bupati.

“Jumlah keseluruhan 133 kampung penerima manfaat BLT dana desa sebanyak 26.111 kepala keluarga,” kata Michael.

Lanjutnya, dana desa juga digunakan untuk kegiatan padat karya tunai desa dengan total anggaran Rp 62.428.430.600. Gomar menjelaskan, dana ini berputar untuk masyarakat dan tidak perlu menggunakan pihak ketiga untuk kegiatan pemeliharaan jalan jembatan pembuat pembuatan sarana air bersih pembersihan selokan goro-goro maupun kebersihan kampung.

“Ini juga untuk rehabilitasi rumah masyarakat. Ini dilaksanakan oleh 15 sampai 20 orang di desa,” katanya.

Kegiatan lainnya dengan menggunakan alokasi dana desa ialah pendatang stunting terintegrasi dengan anggaran Rp 6.650.000.000.

Sementara untuk alokasi dana desa yang bersumber dari APBD beberapa diantaranya ialah untuk membiayai operasional kampung mulai dari tunjangan aparat kampung, insentif tokoh adat, agama dan masyarakat, honor RT 1 juta perbulan, dan jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Total anggaran untuk operasional kampung sebesar Rp.132.475.000.000,” katanya.

Kemudian digunakan untuk jaring pengaman sosial kampung dengan anggaran sebesar Rp.19.845.000.000.

Terakhir kata Gomar, dana desa yang bersumber dari APBD ini digunakan untuk membayar insentif relawan desa lawan Covid-19 di desa dengan total anggaran Rp 7.980.000.000.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt
Berita Terkait
Baca Juga