Dana Otsus 80 Persen di Kabupaten, Wagub: Ada Salah, Bupatinya yang ‘Digantung’

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal
Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal

TIMIKA | Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal secara khusus menyoroti dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua dalam acara pelantikan empat bupati di Gedung Negara, Kota Jayapura, Rabu 3 Maret 2021.

Wagub Klemen menyinggung polemik dana Otsus Papua yang menurutnya seolah-olah digiring menjadi masalah pemerintah daerah di tingkat provinsi. Padahal, dana itu telah ditransfer ke kabupaten/kota.

“Orang bicara Otsus, kesannya seolah-olah uang di provinsi ini sudah terlalu banyak. Semenjak Lukas dan Klemen memimpin pemerintahan ini, 2015 itu sudah kita tegaskan semua uang Otsus 80 persen ditransfer ke kabupaten/kota,” katanya.

Ia merinci, Dana Otsus dibagi 80 persen untuk kabupaten/kota, sisahnya hanya 20 persen di provinsi yang dipakai 10 persen untuk kerohanian dan 10 persen untuk pendidikan.

Oleh karena dana Otsus sebesar 80 persen itu langsung ditransfer ke daerah, Klemen tegaskan bahwa sesungguhnya yang paling bertanggungjawab menyangkut realisasinya adalah pemerintah kabupaten/kota.

“80 persen itu semua langsung ditransfer ke daerah, hanya lewat saja di sini (provinsi). Ini sudah jelas. Jadi kalau ada salah, jelas ada di kabupaten salahnya, bupatinya yang harus digantung,” tegasnya.

Mantan Bupati Mimika dua periode ini juga mengingatkan, dana Otsus sesuai perintah Negara harus benar-benar ditujukan untuk orang asli Papua. Realisasinya pun tak boleh dicampur aduk dengan APBD.

“Bukan Lukas dan Klemen yang minta, tapi negara yang suruh bahwa uang Otsus itu untuk orang asli Papua. Pastikan di-breakdown, Otsus dipisahkan dari APBD. Jangan dicampur aduk,” katanya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga