Delapan Orang Pengibar Bintang Kejora di Jayapura Jadi Tersangka Kejahatan Keamanan Negara

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Polisi mengamankan para pemuda yang diduga mengibarkan bendera bintang kejora di GOR Cenderawasih, Rabu (1/12/2021). (Foto: Ist/Seputarpapua)
Polisi mengamankan para pemuda yang diduga mengibarkan bendera bintang kejora di GOR Cenderawasih, Rabu (1/12/2021). (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Direktorat Reskrimum Polda Papua menetapkan 8 orang sebagai tersangka dalam aksi pengibaran bendera bintang kejora di GOR Cenderawasih APO, Kota Jayapura pada Rabu, 1 Desember 2021 kemarin.

8 pemuda ini yakni MY, YM, MSY, MK, BM, FK, MP dan MW.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, aksi 8 pemuda ini dikategorikan sebagai tindak pidana karena menurutnya melanggar pasal 106 KUHP Jo Pasal 110 KUHP Jo Pasal 87 KUHP tentang Permufakatan untuk melakukan Kejahatan terhadap Keamanan Negara.

Barang bukti atas tindakan itu yakni 2 buah Bendera Bintang Kejora, satu buah spanduk bertulisakan “Self Ditermination For West Papua Stop Melitarisme In West Papua”, dan satu buah spanduk bertuliskan “Indonesia Segera Membuka Akses Bagi Tim Investigasi Komisi Tinggi HAM PBB Ke West Papua”.

“Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif serta gelar perkara yang dipimpin langsung oleh Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Pol. Faisal Ramandani,” terang Kamal melalui keterangan tertulis, Kamis (2/12/2021).

Dijelaskan Kamal, untuk tersangka MY alias M berperan sebagai pemimpin aksi dan pengibar bendera bintang kejora di GOR Cenderawasih. MY juga disebutnya adalah orang yang membuat bendera bintang kejora dan spanduk.

MY juga disebutnya sebagai pemimpin rapat tanggal 30 November 2021 di sekitar Asrama Maro, terkait persiapan aksi pengibaran bendera bintang kejora dan longmarch di GOR Cenderawasih menuju kantor DPRP Papua.

Sedangkan untuk ketujuh tersangka lainnya, dijelaskan Kamal, merupakan orang-orang yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dipimpin MY.

“Untuk diketahui bahwa kejadian tersebut berawal pada hari Selasa, 30 November 2021 sekitar pukul 17.00 WIT, bertempat di sekitar Asrama Maro Padang Bulan yang dihadiri kurang lebih 20 orang pemuda-pemudi. Telah dilakukan pertemuan untuk merencanakan pelaksanaan kegiatan memperingati HUT West Papua ke-60 pada tanggal 1 Desember yang akan dilaksanakan di halaman Gor Cenderawasih Jayapura dengan cara menaikan bendera Bintang Kejora,” terang Kamal.

Kemudian pada hari Rabu tanggal 1 Desember 2021, dijelaskan Kamal, 8 orang pemuda melakukan pengibaran bendera bintang kejora di GOR Cenderawasih Kota Jayapura sekitar pukul 13.00 WIT.

Usai lakukan pengibara, para pemuda melanjutkan longmarc menuju Kantor DPRP Papua. Namun saat melintas di depan Mapolda Papua, para pemuda tersebut diamankan.

Para pemuda ditangkap polisi dengan membawa bendera bintang kejora dan spanduk yang bertuliskan “Indonesia segera membuka akses bagi tim investigasi komisi tinggi HAM PBB ke West Papua” serta menyanyikan lagu, “Kami bukan merah putih, kami bukan merah putih, kami Bintang Kejora”.

Saat ini kedelapan tersangka tersebut telah ditahan di Rutan Mapolda Papua untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Penahan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penahanan nomor 197, 198, 199, 200, 201, 202, 203 dan 204, tanggal 2 Desember 2021.

Berdasarkan bukti permulaan yang cukup yakni adanya kesesuaian antara keterangan saksi, petunjuk dan barang bukti yang diperoleh, menurut Kamal, patut diduga kuat bahwa pada tanggal 30 November 2021 sekitar pukul 17.00 WIT bertempat di sekitar Asrama Maro telah terjadi perencanaan atau niat (mens rea) atas tindak pidana yang disangkakan.

Dalam kesempatan itu, Kamal juga menyebutkan bahwa aksi pengibaran bendera bintang kejora juga terjadi di lima kabupaten yang ada di Provinsi Papua. Lima kabupaten itu yakni Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Puncak, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Intan Jaya serta Kabupaten Deiyai di Waghete yang dulu termasuk kedalam wilayah Kabupaten Paniai.

“Saat ini kasus tersebut dalam penyelidikan Aparat Kepolisian setempat,” pungkasnya.

Reporter: Yonri
Editor: Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Dua Tahun YPMAK  Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Dua Tahun YPMAK Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Baca Juga