Di Kumbe, Aktivitas Judi Dadu Dekat Rumah Ibadah, Diduga Dibeking Oknum Aparat

Ilustrasi
Ilustrasi

MERAUKE | Warga Kampung Kumbe, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua Selatan mengeluhkan adanya aktivitas judi dadu yang lokasinya dekat dengan sebuah rumah ibadah di sana.

Permainan judi ini dibuka setiap hari, dan diduga ada oknum aparat keamanan di belakangnya alias yang membeking perjudian tersebut.

Warga Kumbe mengungkapkan bahwa permainan judi dadu di sana dibuka setiap hari dan berlangsung di sebuah bangunan yang dibangun khusus untuk aktivitas perjudian dimaksud. Lokasinya di pesisir pantai, RT 3 RW 1.

Warga juga mengungkapkan aktivitas judi dadu di Kumbe sudah berlangsung lebih dari setahun. Meski resah, warga setempat enggan melapor ke polisi, karena diduga ada keterlibatan oknum aparat dibalik perjudian tersebut.

“Aktivitasnya sudah lebih dari satu tahun. Setiap hari main, lebih ramai pada kapal nelayan masuk (berlabuh) habis mencari ikan. Warga di sini semua tahu, bukan rahasia lagi. Mau lapor enggan, karena ada pembekapnya, dan itu (yang membeking) oknum aparat,” katanya.

Ia mengatakan, aktivitas judi dadu itu paling ramai jika kapal nelayan berlabuh di dermaga setempat, karena selain warga yang ikut bermain, para anak buah kapal juga cukup banyak yang berminat dengan permainan tersebut.

“Paling ramai itu hari Sabtu dan Minggu. Tempat perjudian itu sangat dekat dengan masjid. Kami terganggu, tapi tidak melapor ke aparat, hanya mengadu di RT, tapi RT juga tidak bisa buat apa-apa,” tandasnya.

Ketua RT 3 RW 1, Agnelia Henuk, membenarkan jika ada aktivitas judi dadu pada setiap malam di wilayah kerjanya. Perjudian ini sangat meresahkan warga di sana, karena sering terjadi keributan di lingkungan setempat.

“Bukan hanya suami istri yang ribut gara-gara judi ini, tapi juga terjadi keributan di lingkungan. Ada orang biasa mabuk sampai pagi di tempat itu, dan sering ribut di sana,” kata Agnelia.

Ia mengungkapkan bahwa aktivitas judi dadu itu sudah berlangsung dalam dua tahun terakhir.

Untuk menghentikan aktivitas tersebut, Agnelia mengaku dia membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk membuat laporan.

“Saya perlu dukungan untuk melapor. Kalau saya sendiri yang merontak, saya pikir tidak bisa. Kalau dilihat, itu memang dibekingi, karena yang ke sana juga ada oknum aparat,” kata dia.

Sementara Kapolsek Kurik, AKP Marlina Kaimu mengaku baru mengetahui ada aktivitas judi dadu di wilayah hukumnya. Pelaku sudah diperingatkan untuk tidak membuka kegiatan judi dadu di Kumbe.

“Setelah menerima informasi dari teman-teman wartawan, saya langsung cek. Pelakunya sudah langsung saya peringatkan, kalau dia buka lagi, kami proses hukum dia,” kata Marlina.

Marlina menambahkan bahwa informasi terkait aktivitas judi dadu di Kumbe juga ia dapatkan dari masyarakat setempat. Warga dan pemuka agama di sana mengeluh, karena lokasi perjudian itu berjarak sekitar 100 meter dari sebuah masjid.

“Informasi soal judi ini saya tidak pakai anggota, karena sesuai pengalaman, saat saya turun cek ke lapangan, informasi sudah bocor,” ujar dia.

“Untuk pelaku, ini kali kedua saya peringatkan dia. Kali ketiga kalau dia buka lagi, saya akan langsung proses hukum dia,” kata Marlina menambahkan.

 

reporter : Emanuel
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.