Di Mimika, Banyak Pria Ajukan Poligami Tapi Tidak Diterima

Kepala KUA Mimika Timur, Sugiono. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA, Seputarpapua.com | Di Kabupaten Mimika Baru, Papua Tengah, tepatnya di wilayah Distrik Mimika Baru, banyak pria mengajukan poligami ke Kantor Urusan Agama Mimika Baru sejak 2021 sampai 2024.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Mimika Timur, Sugiono yang menjabat Ketua Penghulu Mimika Baru sejak April 2021 sampai Mei 2024.

Sugiono menjelaskan, untuk persyaratan pernikahan, tidak ada yang sulit. Tetapi ada berbagai jenis pengajian pernikahan yang diajukan oleh masyarakat yang adalah pasangan baik yang belum pernah menikah, maupun yang masih sah menjadi suami atau istri.

Sugiono menjelaskan, calon pasangan yang belum pernah menikah, bisa langsung mengajukan ke KUA, dan jika diperiksa berkasnya sudah memenuhi syarat , maka langsung dinikahkan dan pasti tercatat secara negara.

“Itu kita periksa sesuai aturan kita eksekusi,” katanya saat diwawancara di Timika, Senin (8/7/2024).

Kemudian, ada juga yang menikah siri (sah secara agama tetapi belum tercatat oleh negara), pasangan tersebut akan diarahkan untuk melakukan sidang isbat pernikahan di Pengadilan Agama.

Sugiono melanjutkan, pengajuan pernikahan ini tidak hanya dilakukan oleh pasangan yang belum pernah menikah, tetapi ada juga oleh yang sudah menikah dan masih berstatus pasangan suami istri yang sah.

Dijelaskan, untuk yang sudah menikah dan mengajukan untuk menikah lagi (poligami), harus meminta surat ijin poligami dari Pengadilan Agama. Karena jika tidak ada surat ijin poligami, maka pihak KUA tidak akan menikahkan.

“Harus ke Pengadilan Agama dan diproses sampai keluar izin poligami, baru kami akan nikahkan, secara hukum Islam dan hukum negara,” kata Sugiono.

Karena masih berstatus sebagai suami istri yang sah, maka harus mendapatkan surat ijin poligami ini bisa didapatkan melalui proses sidang di Pengadilan Agama.

“Jadi mereka sudah menikah ke dua secara siri dan konsultasi ke kami di KUA kalo mau menikah lagi, kita arahkan ya harus ke PA dulu, tapi ternyata dari PA tidak bisa keluarkan ijin poligami,” ungkapnya.

Selama Ia menjabat di KUA Mimika Baru, banyak yang mengajukan untuk menikah kedua kali, tetapi rata-rata tidak mendapatkan ijin poligami dari Pengadilan Agama. Sehingga sebagian besar hanya melakukan nikah siri dan tidak tercatat secara negara.

Advertisements

“Selama saya menjabat, belum ada yang jadi berpoligami resmi, tapi yang mau (poligami) banyak. Kasus itu saat saya di KUA Mimika Baru,” pungkasnya.

penulis : Anya Fatma
editor : Iba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan