Di Timika, Seorang Suami Pukul Istri Hingga Meninggal, Penyebabnya Sepele

Korban tergeletak di tanah setelah dipukul pelaku. (Foto: Ist)
Korban tergeletak di tanah setelah dipukul pelaku. (Foto: Ist)

TIMIKA | Karena hal sepele, seorang suami di Timika, Papua, melakukan pemukulan terhadap istrinya hingga meninggal.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 11 Januari 2021, sekitar pukul 18.30 WIT di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di lorong SMP Negeri VII Timika.

Pelaku yang berinisial TM (48), saat ini sudah diamankan kepolisian yang saat itu merespon ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat informasi dari masyarakat setempat.

Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju menerangkan, setelah mendapat laporan dari masyarakat adanya kasus pemukulan suami terhadap istri, petugas kepolisian langsung merespon ke TKP dan menemukan kondisi korban, Derina Wamang (30) sudah dalam kondisi tergeletak di lantai.

“Kita respon TKP, kondisi korban memang sudah tertidur (tergeletak), kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, memang dokter menyatakan korban sudah meninggal,” kata Kompol Sarraju.

Motif pelaku, kata Sarraju, hanya disebabkan oleh hal sepele. Saat itu pelaku meminta uang kepada korban, namun tidak diberikan. Akhirnya pelaku emosi dan memukul korban dibagian kepala dan leher.

IKLAN-TENGAH-berita

Setelah dipukul, korban terjatuh mengalami kejang-kejang. Pelaku lalu mendekati korban dan mencoba melakukan upaya pertolongan, namun korban tidak sadarkan diri.

“Sesuai dengan keterangan dari pelaku sendiri, sederhana saja sebenarnya sih. Apakah mungkin sudah ada latar belakang persoalan-persoalan lain. Saat itu persoalannya suami minta uang, tidak dikasih, kemudian pukul istri. Suaminya juga tidak dalam kondisi mabuk,” jelas Sarraju.

 

DIAMANKAN | Pelaku diamankan petugas di rumah tahanan Polres Mimika. (Foto: Ist/SP)

 

 

Atas perbuatannya, pelaku kini telah diamankan di rumah tahanan Polres Mimika untuk mengikuti proses hukum.

Hari ini juga korban rencananya dari RSUD Mimika akan dibawa ke rumah duka di Kwamki Namara. Pihak kepolisian juga akan melakukan pengawalan untuk menghindari adanya hal-hal yang dapat menggangu situasi kamtibmas.

Kepolsek pada kesempatan itu mengimbau agar keluarga dari masing-masing pihak tidak perlu mengambil langkah yang berlebihan. Bahkan, para tokoh masyarakat dari kedua pihak diminta memberi pemahaman kepada para pihak dan membantu meredam jika ada upaya dari para pihak yang dapat menganggu situasi kamtibmas.

“Tidak perlu melakukan langkah-langkah yang nanti mungkin menimbulkan gangguan Kamtibmas. Hal-hal yang memang sekiranya masih perlu ditanya, masih bisa di koordinsikan dengan kepolisian,” pungkasnya.

 

Reporter: Saldi
Editor: Misba

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar