Dikerjakan Multiyears, Pemda Sudah Bayar Rp4 Miliar Pekerjaan Kantor Klasis GKI Mimika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kantor Klasis GKI Kabupaten Mimika yang sedang dikerjakan. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Kantor Klasis GKI Kabupaten Mimika yang sedang dikerjakan. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Kantor Klasis GKI Kabupaten Mimika sejak tahun 2020 dikerjakan oleh pihak ke 3 dengan proses kontrak tahun jamak (Multiyears Contract) dengan nilai kontrak Rp25 miliar.

Dari nilai kontrak Rp25 miliar, sekitar Rp4 miliar sudah dibayar oleh pemda Mimika. Proses pembayarannya disesuaikan dengan progres pekerjaan atau prestasi kerja.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Mimika, Marthen Sawy, kepada awak media Selasa (6/4/2021) di ruang kerjanya.

“Masih multiyears. Mereka tetap kerja, karena kemarin menyangkut kodefikasi nomenklatur itu berubah, sehingga tidak masuk ke dalam DPA induk tetapi nanti kita tetap ajukan lewat perubahan,” jelas Marthen.

Proyek multiyears yang dikerjakan sejak tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2022 sempat terjadi kesalahan konstruksi. Perlu ada perubahan dengan penambahan penopang, karena rencananya gedung tersebut dua lantai dengan kapasitas penampungan lantai dua sekitar 2000 jiwa, sehingga ada sekitar 70 tiang pancang yang harus diperbaiki baru bisa dilanjutkan pekerjaan.

“Untuk kesalahan konstruksi itu sudah perbaiki, dibenahi dan dikerjakan,” kata Marthen.

“Kita akan bayar sesuai dengan progres jadi nanti kita lihat di anggaran perubahan ini. Sehingga mereka tetap kerja,” lanjutnya.

Dijelaskan karena proyek tersebut sifatnya multiyears sehingga kalaupun pemerintah tidak biayai sekarang, kontraktor yang menang tender kegiatan tetap kerja, karena pemerintah tetap akan bayar.

“Kalau tahun ini tidak masuk DPA tetap dia kerja, kan nanti masuk di perubahan yang nantinya kita akan bayarkan sekitar bulan Oktober atau November sesuai dengan yang dikerjakan,” ucapnya.

Menurutnya kontraktor yang dipercayakan harus bisa kerja sampai dengan target selesai.

“Sesuai aturan kita kan bayar sesuai dengan prestasi (kerja). Kalau pun itu multiyears yang kita lihat adalah progres, sejauh mana, apa yang dikerjakan, penyerapan sejumlah dana yang dianggarkan, kalau itu penyerapan sampai dia kerja sesuai dengan yang kita rencanakan yah kita bayar sesuai dengan itu, Tapi tidak sampai target yah tetap jalankan aturan, bayar sesuai progres,” jelasnya.

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Misba

Berita Terkait
Baca Juga