Dinas Pendidikan Mimika Tertibkan Rumah Guru Dalam Kota

Tim Gabungan saat mendatangi salah satu sekolah di Mimika untuk ditertibkan. (Foto: Ist)
Tim Gabungan saat mendatangi salah satu sekolah di Mimika untuk ditertibkan. (Foto: Ist)

TIMIKA | PJ Sekda Kabupaten Mimika yang juga Kepala Dinas Pendidikan, Jeni Usmani mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan penertiban terhadap rumah guru yang dibangun di lahan milik sekolah.

Dijelaskan penertiban perumahan guru dilakukan karena saat ini siswa di sekolah-sekolah dalam kota jumlahnya semakin bertambah, sehingga pihaknya ingin menambah sarana prasarana pendidikan untuk bisa mengakomodir jumlah siswa yang ingin bersekolah.

“Bangunan atau rumah guru yang tadinya menjadi tempat tinggal itu kita pikir sudah waktunya mereka harus bangun rumah di luar. Karena lahan itu mau dipakai untuk pengembangan sekolah,” kata Jeni ketika diwawancarai di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (20/7/2022).

Dijelaskan ada sekitar 11 titik sekolah yang akan ditertibkan perumahan gurunya.
“Ada yang sudah tidak aktif (guru) malah banyak yang tidak aktif sudah pensiun tapi masih tinggal di lingkungan sekolah,” kata Jeni.

Ia mengatakan, saat ini para guru harus mandiri. ” Guru-guru juga saya pikir mereka punya hak sekarang juga Puji Tuhan kesejahteraannya baik, jadi sudah waktunya untuk mereka membangun sendiri,” ujarnya.

Kata Jeni, ada guru yang mengklaim bahwa rumah guru tersebut dibangun menggunakan uang mereka sehingga ada yang enggan untuk keluar.

“Kalau mereka mau membangun harusnya pada saat dia membangun itu dia sudah tau status tanah, kalau tanahnya itu tanah Pemerintah kapanpun mau dibongkar yah tetap,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan tidak ada kompensasi bagi para guru yang dimintai keluar dari rumah guru daru lingkungan sekolah.

“Tidak ada kompensasi karena sudah lama. Kalau mau lihat untung ruginya diluar sewa rumah selama bertahun-tahun itu berapa, kita kan punya hak yang sama sebagai guru maupun sebagai pegawai negeri. Nah ada yang syukur bisa tinggal gratis disitu dan saya pikir untuk keadilan,” pungkasnya.

 

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.