Dinas Peternakan: Tahun 2022 Tidak Ada Proyek Kandang Babi di SP 6

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriyani (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriyani (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Peternakan Kabupaten Mimika tahun 2022 tidak memiliki proyek pembangunan kandang babi di SP 6.

Hal ini menyusul adanya kelalaian pihak kontraktor pembangunan tempat ibadah Cetya atau Vihara dalam skala kecil di Kampung Naena Muktipura, SP6, Distrik Iwaka menyebabkan nama Dinas Peternakan ikut terseret.

Pasalnya, papan proyek tempat ibadah Cetya tersebut tak sengaja diganti pihak kontraktor menjadi proyek pembangunan kandang babi yang seharusnya proyek tersebut berada di SP3.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika Sabelina Fitriyani menjelaskan, dalam tahun anggaran 2022 tidak ada pembangunan kandang babi di lokasi vihara SP 6.

Proyek pembangunan kandang babi hanya berada di SP 3, dan sudah diselesaikan pihak kontraktor.

“Dalam agenda kerja kami, CV Berkat itu mengerjakan pembangunan kandang babi semi permanen berlokasi di SP-3.
Saat ini pembangunannya sudah tuntas 100 persen,” kata Sabelina, Senin (12/9/2022).

Sebelumnya, Umat Budha di Mimika, menyesalkan adanya pergantian papan nama proyek pembangunan tempat ibadah Cetya atau Vihara dalam skala kecil di Kampung Naena Muktipura SP 6.

Hal ini disampaikan Ketua Majelis Budhayana Indonesia (MBI) Kabupaten Mimika, Jemy Mulyono bersama dengan rekan-rekannya yang tergabung dalam Panitia Pembangunan Yayasan Bodhi Mandala, di Vihara Bodhi Mandala, Jalan Irigasi, Timika, Papua Tengah, Senin (12/9/2022).

Jemy menjelaskan, awalnya pihaknya  menungunjungi Cetya yang sedang dibangun untuk melihat proses pembangunan yang sudah berjalan selama satu bulan.

Namun setelah tiba, pihaknya terkejut  melihat papan proyek yang sebelumnya sudah benar keteranganya adalah pembangunan Vihara ternyata telah diganti dengan papan bertuliskan pembangunan kandang babi.

Jemy mengaku, pihaknya kemudian menghubungi pihak kontraktor, dan katanya ada kesalahan percetakan.

“Kok pas tiba disana papan nama sudah diganti dengan pekerjaan yang lain. Kami coba hubungi ke bagian pengawas. Katanya ada kesalahan percetakan,” kata Jemy.

Menurut Jemy, kelalaian ini harusnya tidak terjadi jika pihak kontraktor membaca terlebih dahulu dengan teliti.

“Saya yakin papan nama itu teman-teman kontraktor pasti membaca dulu. Kenapa langsung dipasang saja. Secara pribadi saya bertanya kenapa papan nama itu harus diganti dengan pembangunan kandang babi,” ungkapnya. 

Jemy mengaku sangat menyesali adanya kelalaian ini, sebab tempat ibadah merupakan tempat yang sakral dan bukan untuk main-main.

Jemy bahkan beranggapan, jika memang pembanguanan Vihara tersebut tidak disetujui, maka dihentikan saja pembangunannya.

“Kalau memang tidak setuju dengan pembangunan itu silahkan stop, kami tidak terima dibuat begitu. Karena ini menurut saya pribadi ada kejanggalan, terlalu mencolok kalau diganti dengan nama proyek kantor dinas mungkin tidak terlalu, tapi ini nama proyek kandang babi kan keterlaluan sekali,” ungkap Jemy.

Meski demikian, Jemy mewakili umat Budha di Mimika berharap permasalahan tersebut tidak diperbesarkan di tengah situasi Indonesia yang sedang dalam berbagai masalah.

“Tapi saya pikir kita selesaikan dengan hati yang tenang karena negara kita sedang mengalami banyak masalah, sehingga kita bisa menyelesaikan dengan hati yang tenang,” pungkasnya.

Kontraktor pelaksana yang dipercayakan  Pemkab Mimika melalui Bagian Kesra Setda Mimika untuk pembangunan Cetya tersebut adalah PT Ganti Tunas.

Pengawas proyek dari kontraktor tersebut, Agustinus menjelaskan, sebelumnya pada tanggal 3 Agustus pihaknya sudah menancapkan papan proyek yang bertuliskan pembangunan Vihara, namun karena ada kesalahan redaksi pada papan tersebut akhirnya mereka mencabutnya.

Pada Sabtu (10/9/2022) pihak kontraktor akan mengganti papan nama proyek tersebut, namun saat mengambil spanduk yang dicetak di percetakan, ternyata spanduknya tertukar dengan proyek milik Dinas Peternakan.

“Karena kondisi Timika akhir-akhir ini seperti ini, jadi saya tergesa-gesa, ini karena kekhilafan saya. Saya juga akui, saya langsung pasang sore harinya,” kata Agustinus.

Agustinus menyesali apa yang dilakukan, sehingga ia meminta maaf kepada pihak Yayasan Bodhi Mandala.

Apa yang terjadi bukanlah unsur kesengajaan, namun kelalaian.

“Saya menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya mengenai spanduk tersebut. Memang kelalaian kami, tapi itu bukan kesengajaan karena pada saat itu sudah sore dan kondisi Timika yang sedang tidak stabil dengan situasi, sehingga saya tergesa-gesa memasangnya.”

“Saya sebagai penanggungjawab kontraktor pelaksana minta maaf kepada semua pihak yang merasa tersinggung dengan hal itu. Sungguh bukan suatu hal kesengajaan,” pungkas Agustinus.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.