Dinkes Keerom: Berkumpul Lebih 50 Orang, Butuh Surat Ijin

Ilustrasi
Ilustrasi

TIMIKA | Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom mulai berlakukan keringanan bagi penyelenggara kegiatan yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak di tengah pandemi Covid-19.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Yulian Franklin Uruager mengatakan bahwa hal ini dilakukan mengingat di Bulan Desember adalah bulan berbagi kasih. Sehingga berbagai kegiatan termasuk kegiatan ibadah akan sangat banyak diadakan.

“Namun kegiatan itu dilakukan harus ada ijin tertulis dari Dinas Kesehatan,” tutur Franklin kepada Seputarpapua.com, Jumat (11/12).

Ijin ini, menurutnya harus diajukan bagi kegiatan yang akan melibatkan warga dalam jumlah lebih dari 50 orang.

“Dan surat tersebut gratis. Cukup buat pengajuan, kami tanda tangani. Acara bisa jalan,” sebutnya.

Franklin menegaskan bahwa jika penyelenggara tidak mengantongi surat ijin, maka atas wewenang Pemerintah setempat akan membubarkan kegiatan tersebut.

IKLAN-TENGAH-berita

“Kita bubarkan. Tujuan kami itu cuma untuk lakukan pengawasan protokol kesehatan berjalan di kegiatan,” ujarnya.

Disebutnya, surat ijin dapat diajukan kepada Dinkes Keerom dan bebas biaya apapun alias gratis.

Bagi penyelenggara yang mengajukan dan mendapatkan ijin, Dinas Kesehatan Keerom akan mengirimkan dua personel untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan dalam kegiatan tersebut.

“Kalau didapati ada pelanggaran protokol kesehatan, kita bubarkan,” tegasnya.

Dikatakan Franklin, Dinas Kesehatan akan turut membantu pelaksanaan protokol kesehatan dalam sebuah kegiatan termasuk memberikan masker gratis bagi penyelenggara kegiatan.

“Bahkan kita bisa kirimkan petugas penyemprot desinfektan jika diminta. Tapi itu semua harus ada surat permohonan sebelumnya. Kita juga melihat stok di gudang. Kalau memadai, kita sumbangkan,” ujarnya.

Tim Gugus Bubar, Dinkes Ambil Alih Penanganan Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Yulianus Franklin Uruager mengatakan bahwa sejak Tim Gugus bubar pada September lalu, hingga saat ini belum digantikan dengan Satgas Covid-19 karena berbenturan dengan jadwal Pilkada daerah setempat.

“Jadi segala tugas Satgas Covid dilimpahkan ke unit teknis, yaitu Puskesmas,” ujarnya, Jumat (11/12).

Dikatakannya, para petugas Puskesmas bertugas melakukan penjaringan pasien di wilayah masing-masing.

“Kami lakukan dari rumah ke rumah, juga bagi pasien yang datang ke Puskesmas,” ucapnya.

Bagi pasien, dilakukan rapid test. Jika ditemukan reaktif, maka pasien akan menjalani isolasi mandiri di rumah sambil menunggu hasil swab.

“Jika nantinya hasil swabnya positif, kita lakukan karantina di RSUD,” terangnya.

Hingga saat ini, dikatakan Franklin, sebanyak 14 orang yang masih menjalani perawatan di RSUD Kwaingga Keerom.

“Kami tidak lakukan isolasi mandiri bagi yang positif. Kecuali yang reaktif hasil rapid, itu kita berlakukan isolasi mandiri. Tapi kalau positif Covid-19, kita rawat di RSUD,” pungkasnya.

 

Reporter: Yonri Revolt
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar