Disdik Nabire Aktifkan KBM di Sekolah dengan Perketat Protokol Kesehatan

Ilustrasi
Ilustrasi

TIMIKA | Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Provinsi Papua mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Yulianus Pasang menjelaskan bahwa diaktifkan kembali KBM di sekolah tentu dilakukan dengan memperketat protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, ketika situasi pandemi di daerah itu meningkat, pihaknya sempat melaksanakan pembelajaran dari rumah dan berlangsung sekitar dua bulan.

Aktifitas KBM ini hanya dibuka untuk tingkat SMP hingga SMA dan SMK, sedangkan untuk tingkat SD masih dilakukan pembelajaran dari rumah.

“Tapi mulai Minggu kemarin, sudah satu Minggu lebih kami aktif kembali untuk SMP, SMA dan SMK,” kata Yulianus saat diwawancara melalui telepon, Selasa (24/11).

Pengaktifan KBM juga tentu setelah dilakukan koordinasi bersama Sekda dan Stagas Covid-19 dimana sudah banyak pasien positif Covid-19 yang sembuh dan diijinkan untuk aktivitas KBM di sekolah.

IKLAN-TENGAH-berita

Dijelaskan, untuk pembelajaran ini dibagi untuk jadwal masuk sekolah dan juga jumlah siswa yang masuk sekolah mulai dari 50 persen bahkan hanya 30 persen.

“Misal satu kelas 30 orang, nah sekarang 15. Artinya kalau sekolah satu Minggu itu tatap muka tiga kali, belajar online juga tiga hari,” ujarnya

Ini kata dia tentu agar penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan di dalam ruang kelas. Setiap siswa juga diwajibkan menggunakan masker.

Bahkan, Yulianus mengungkapkan bahwa sebelum masa Pandemi, pihaknya sudah menyediakan fasilitas kesehatan mulai dari kebersihan sekolah hingga tempat-tempat cuci tangan mulai dari pintu masuk hingga ke setiap kelas.

Selain penerapan protokol kesehatan di sekolah, pihaknya melalui sekolah-sekolah juga terus mengingatkan kepada siswa untuk ikut memberikan sosialisasi kepada keluarga di rumah agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kami sosialisasi kepada anak untuk sampaikan juga kepada orang tua harus menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” ungkapnya.

Yulianus menambahkan, pada 2 Desember 2020 akan dilaksanakan ujian semester untuk tingkat SD dimana akan dilaksanakan di sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Namun, sebagian sekolah tingkat SD lainnya yang memiliki jumlah siswa lebih banyak telah melaksanakan ujian sejak 23 November lalu karena jika membagi jumlah siswa yang mengikuti ujian di sekolah, maka ujian tidak dapat diselesaikan dalam waktu satu Minggu.

“Jadi itu tetap satu kelas dibagi 50 persen saja yang masuk,” tuturnya.

Data Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Papua hingga Minggu (22/11) secara komulatif di Kabupaten Nabire tercatat 370 orang positif, di mana 290 orang dinyatakan sembuh, 69 orang dirawat, dan 11 orang meninggal.

Jelang Hari Guru

Yulianus mengatakan, menjelang hari guru nanti tidak ada pelaksanaan upacara bersama seperti biasanya, namun masing-masing sekolah diijinkan melakukan upacara dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Di hari guru ini ia berharap agar para guru bisa meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada siswa dengan memberikan fasilitas dan bimbingan kepada siswa khususnya dimasa Pandemi ini untuk tetap patuh protokol kesehatan.

Karena, kata dia penyebaran virus Corona bisa dicegah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Mari kita jadi contoh teladan penerapan protokol kesehatan di tengah kehidupan untuk seluruh masyarakat,” tutupnya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar