seputarpapua.com

Disdukcapil Asmat Target Cetak 2.000 KIA di Tahun 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
TUNJUKAN KIA - Kepala Disdukcapil Asmat Marcelianus J. Belekubun menunjukan perbedaan KIA untuk usia 0-5 tahun dan 5-17 tahun. (Foto: Fagi Difinubun)
TUNJUKAN KIA – Kepala Disdukcapil Asmat Marcelianus J. Belekubun menunjukan perbedaan KIA untuk usia 0-5 tahun dan 5-17 tahun. (Foto: Fagi Difinubun)

ASMAT | Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Asmat, Papua, menargetkan akan mencetak 2.000 Kartu Identitas Anak (KIA) untuk usia sekolah di tahun 2021.

“Kami targetkan 2000 KIA untuk seluruh anak sekolah di Kabupaten Asmat. Bahkan kemungkinan lebih cetakannya sesuai kebutuhan anak yang mendaftar,” kata Kepala Disdukcapil Asmat Marcelianus J. Belekubun kepada seputarpapua.com diruang kerjanya, Senin (8/2/2021).

Blangko yang disediakan Disdukcapil Asmat untuk pencetakan KIA kini sebanyak 3.500 blangko.

Belekubun menjelaskan, program KIA adalah program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo selama masa kepemimpinanya.

“Program KIA kami di Asmat telah jalankan di tahun 2019. Dan sudah dilauncing oleh Bupati Asmat Elisa Kambu, tepat pada 17 Agustus tahun 2019 yang lalu,” jelas Belekubun.

Dikatakan Belekubun, manfaat daripada KIA itu sendiri sebagai syarat untuk anak masuk sekolah. Disamping itu, KIA juga sebagai perlindungan hukum kepada anak.

KIA terdiri dari dua jenis. Pertama, KIA khusus anak yang berusia 0 sampai 5 tahun, kedua KIA untuk anak usia 5 sampai 17 tahun.

“Perbedaan kedua jenis KIA adalah usia 0-5 tahun tidak terdapat foto di dalam kartu. Sedangkan usia 5-17 tahun terdapat foto di dalam KIA tersebut,” tutur Belekubun.

Belekubun menambahkan, pihaknya sementara ini akan melayani KIA untuk para pelajar di Kota Agats, ibukota kabupaten Asmat.

“Setelah sudah beres dilayani KIA untuk pelajar berusia 0-17 tahun di Kota Agats, maka dilaksankan pelayanan ke distrik setempat,” kata Belekubun.

Tak hanya KIA, menurut Belekubun, pihaknya juga kini fokus untuk pelayanan data kependudukan di tahun ini. Bahkan telah bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats.

Kerjasama ini dalam rangka mengurus administrasi ibu yang yang baru melahirkan di rumah sakit.

Sistem pelayanannya adalah, RSUD mengumpulkan data ibu melahirkan dan diserahkan kepada Disdukcapil untuk diterbitkan administrasi kependudukan (Adminduk).

“Diantaranya KIA, Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga (KK),” ujar Belekubun.

Belekubun berharap, semoga pelayanan Adminduk untuk warga di Asmat dapat berjalan dengan baik.

“Sehingga dapat membantu warga dalam pelayanan umum di instansi terkait,” pungkas Belekubun.

 

Reporter: Fagi Difinubun
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga