Dishub Mimika akan Uji Coba Mikro Bus Bekas PON untuk Angkutan Umum

Mikro bus yang terparkir di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Mikro bus yang terparkir di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mimika akan melakukan uji coba mikro bus yang digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX untuk angkutan umum.

Kepala Dinas Perhubungan Ida Wahyuni mengatakan, saat PON, Mimika mendapatkan 67 bus berbagai jenis. Kemudian usai PON, 25 mikro bus diserahkan ke Timika, dan 5 bus untuk Dishub, sisanya untuk Damri.

Dari 5 bus yang diserahkan kepada Dishub, 3 bus akan digunakan untuk angkutan umum.

“Kebijakan yang akan dilakukan oleh Dishub terkait ketersediaan angkutan publik di Timika akan menambah trayek dengan konsep dari bus yang ada,” kata Ida Wahyuni di ruang kerjanya, Rabu (29/6/2022).

Ida menjelaskan, uji coba trayek untuk 3 bus angkutan umum akan dilakukan dalam waktu dekat.

Adapun trayek masing-masing bus sudah disiapkan. Satu bus dengan rute Timika-SP3 hingga Kantor Pusat Pemerintahan Mimika.

Satu bus lainnya dengan rute dalam kota ke Pasar Sentral Timika yang berada di Jalan Hasanuddin.Sedangkan satu bus lagi melayani khusus di hari Minggu dengan rute dalam kota-SP 2-SP3 hingga mile 32.

Untuk pelayanan Timika-SP 3 dan ke Pasar Sentral mulai pukul 09.00-12.00 WIT. Sementara khusus hari Minggu mulai pukul 08.00-12.00 WIT.

“Jalur parkir bus untuk menunggu Penumpang nanti kita atur di sekitar Gelael, ataukah halte terdekat. Jadi kita kerahkan tiga dulu untuk uji coba kurang lebih dua minggu sampai satu bulan,” ujar Ida.

Selama uji coba trayek, penumpang tidak dikenakan tarif alias gratis.

Menurut Ida, setiap bus akan menunggu calon penumpang hanya sekitar 10 menit di titik-titik yang sudah ditentukan.

“Jadi nanti ada bus yang akan parkir tapi tidak lama, 10 menit langsung jalan. Kemudian satu jam lagi akan ada bus kembali lagi, begitu sampai pukul 12.00 WIT. Saat bus perjalan kembali juga akan mengangkut penumpang di titik yang akan ditentukan,” ujar Ida.

Ida mengaku, untuk tarif bus angkutan umum nantinya tidak memberatkan masyarakat, terutama yang hendak ke Pasar Sentral Timika.

“Banyak masyarakat yang mengeluh dengan harga yang mahal ke Pasar Sentral, sehingga dengan adanya bus ini bisa membantu masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk sampai ke Pasar Sentral,” tutur Ida.

Dishub, kata Ida, belum bisa membuka trayek untuk kendaraan angkutan umum lain karena perlu ada kajian dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Sebab, pemerintah tentu berdampingan dengan Organda. Dimana pemerintah membuka trayek hanya pada jam tertentu dengan unit yang terbatas, sehingga masyarakat juga bisa memilih kendaraan lainnya. 

“Jadi kita bersinergi bukan mematikan, masyarakat misalnya memiliki keperluan di luar jam yang kita (Dishub) tentukan, bisa juga menggunakan kendaraan lain yakni ojek,” pungkasnya.

Terkait mengubah ojek konvensional ke ojek daring/online, kata Ida, belum bisa diterapkan karena membutuhkan waktu untuk mengatur semua. Mengingat, banyak masyarakat yang masih memilih ojek konvensional.

Meski demikian, yang terpenting kata Ida, pihaknya fokus untuk pelayanan transportasi darat hingga ke pinggiran Timika, sehingga masyarakat bisa terlayani.

“Sementara kita berikan solusi dulu menambah ketersediaan kendaraan publik supaya harganya juga bervariasi, masyarakat juga bisa ada pilihan transportasi publik lainnya,” pungkas Ida.

reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.