Disorda Papua Latih Tenaga Operasional Perawatan Venue PON

PELATIHAN | Suasana pelatihan yang digelar Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua.
PELATIHAN | Suasana pelatihan yang digelar Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua.

JAYAPURA | Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua menggelar Pelatihan Tenaga Teknis Pengoprasional dan Perawatan Venue PON XX Tahun 2021, di Kampung Harapan Sentani, Senin (14/12).

Pelatihan yang dilakukan ini sebagai langkah antisipasi Disorda Papua dalam mengoperasikan dan perawatan seluruh venue yang menjadi tempat pertandingan 37 cabang olahraga.

“Kami persiapan dalam pengoperasional dan perawatan venue-venue PON, baik yang telah selesai pembangunannya dan telah diserah terimakan ke pemprov maupun venue yang saat ini masih dalam tahap akhir penyelesaian,” ujar Plt Kadisorda Papua Alexander Kapisa.

Dikatakan Alex, bahwa pelatihan ini sangat penting karena siapapun yang telah direkrut melalui penyeleksian ketat akan ikut bertanggung jawab dalam menjaga kualitas venue, agar tetap sesuai dengan standar yang telah di tetapkan oleh masing-masing cabang olahraga.

“Jadi pelatihan ini sebagai transfer knowledge kepada mereka agar dapat menjalankan tugas sesuai dengan SOP dari masing-masing venue,” katanya.

Selain itu, diketahui bahwa dalam rangka PON XX dan Peparnas XVI tahun 2021 di Papua, Pemerintah Papua telah membangun venue-venue yang berstandar Nasional bahkan Internasional.

IKLAN-TENGAH-berita

Seperti Stadion Utama Lukas Enembe, Istora Papua Bangkit dan Kolam Renang Aquatic, bahkan venue lainnya yang berada di empat klaster yakni Kota/Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika.
Oleh karena itu.

Saat ini kata Alex bahwa ada venue yang telah di serahterimakan dan yang masih dalam tahap penyelesaian akhir. Dimana nantinya venue harus tetap di kelola dan di pelihara sesuai dengan standar yang telah ditetapkan agar tetap terjaga sampai pelaksanaan PON XX dan Peparnas XVI di bulan Oktober 2020.

“Jadi kami merekrut tenaga-tenaga muda yang mempunyai latar belakang yang sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing venue untuk dilatih dan menjadi operator dalam pengelolaan dan pemeliharaan venue. Ini sekaligus untuk meningkatkan kemampuan putra putri Papua dalam bidang pengelolaan sarana dan prasarana olahraga,” pungkasnya.

 

Reporter: Vidi
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar