seputarpapua.com

Dorong PTFI Serap Komoditas Lokal, Bupati Mimika Ajak Tinjau Kandang Ayam dan Babi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
TINJAU | Bupati Mimika saat meninjau salah satu peternakan ayam milik masyarakat asli Papua, kelompok Afyabo, di Logpon, Senin (12/4/2021) (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
TINJAU | Bupati Mimika saat meninjau salah satu peternakan ayam milik masyarakat asli Papua, kelompok Afyabo, di Logpon, Senin (12/4/2021) (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Bupati Kabupaten Mimika, Papua, Eltinus Omaleng mengajak PTFI dan PT Pangansari Utama meninjau beberapa peternak ayam dan babi di kawasan Irigasi dan satuan pemukiman.

Bupati bersama rombongan mengunjungi peternak ayam di kawasan Irigasi, Logpon, dan peternakan babi di Kelurahan Karang Senang (SP3), Senin (12/4/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati memberikan penjelasan terkait potensi ikan dan juga potensi perkebunan di Mimika kepada PTFI dan PT Pangan Sari Utama.

“Terkait kunjungan kita dari kandang ke kandang untuk melihat potensi ayam potong, petelur dan juga peternakan babi, kemudian ikan, khususnya kita lihat masyarakat lokal kita. Sekarang mereka mau jual ke mana, itu yang kita akan usahakan,” kata Bupati Eltinus Omaleng di sela kunjungan.

Ia mengapresiasi masyarakat yang mau berusaha untuk membuat kandang dan beternak secara mandiri.

“Tujuan dari masyarakat itu sudah bagus, bangun kandang karena kita berpikir ada pasarnya, namun seiring berjalannya waktu PTFI tidak ambil dari produk lokal di sini,”katanya.

Untuk itu, dirinya terus berupaya berkomunikasi dengan PTFI dan PT Pangansari terkait kerjasama pemanfaatan hasil ternak para peternak.

“Yang terpenting itu konsistensi dan kualitas. Kalau ini sudah bisa, tentu kita akan dorong agar bisa diserap oleh Freeport atau Pangansari,”ujar Bupati

Kata Bupati, selama ini, ayam potong didatangkan dari luar Timika, karena di Timika belum memenuhi sesuai permintaan warga.

“Jadi kita tutup tidak usah ambil dari luar lagi dan kita bisa jual ke kabupaten yang lain seperti Deiyai, Dogiai, Puncak, Yahukimo dan daerah lainnya bisa kita layani semua, ini yang kami sedang usahakan,” ucapnya.

Bupati mengakui, ia jarang mengunjungi para peternak dan perkebunan di Mimika.

“Kesempatan yang baik ini kami mau lihat apakah kita mampu untuk layani daerah lain termasuk PTFI yang biasanya membutuhkan 100 ribu kilo ayam untuk karyawan dan keluarga, kita mampu atau tidak untuk layani satu hari,” tuturnya.

Untuk itu, usai melakukan peninjauan, Bupati bersama rombongan melanjutkan rapat internal di Hotel Grand Mozza untuk menentukan apakah Mimika mampu melayani permintaan PTFI dan daerah lainnya ataupun tidak.

“Sebentar kita akan rapat apakah mampu layani, jika kita mampu, maka daerah lain tidak usah masukan komoditas ke sini. Termasuk sayur, buah-buahan pokoknya pertanian, peternakan, perikanan dan semuanya, dan PTFI harus serap komoditas lokal,” tuturnya.

 

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Batt
Berita Terkait
Baca Juga