Dorong Speedboat Hingga Jalan Kaki Jadi Tantangan Pj Bupati Mappi Sampai Distrik-distrik

Pj Bupati Mappi Michael Gomar bersama rombongan berjibaku harus mendorong speedboat saat melintasi Sungai Weldeman. (Foto: Ist)
Pj Bupati Mappi Michael Gomar bersama rombongan berjibaku harus mendorong speedboat saat melintasi Sungai Weldeman. (Foto: Ist)

MAPPI | Bukan perjalanan yang mudah untuk sampai ke beberapa distrik hingga ke kampung-kampung di Kabupaten Mappi, Papua Selatan.

Bentang alam dan susahnya medan masih menjadi kendala. Kadang kala untuk sampai ke satu distrik dihabiskan waktu belasan jam menggunakan speedboat.

Namun, kendala itu tak menyurutkan semangat Pj Bupati Mappi Michael R. Gomar untuk menemui masyarakatnya yang berada di Distrik Pasue Atas, Pasue Bawah, Distrik Citak Mitak, Distrik Tizain, Distrik Kaibar, Distrik Asue, Distrik Haju dan Distrik Minyamur.

Kunjungan ke 8 distrik ini dilakukan sejak tanggal 17 hingga 25 Oktober 2022, dan ini merupakan trip kedua dari kunjungan kerja Gomar sapaan akrab Pj Bupati Mappi sejak dilantik pada 27 Mei 2022 oleh Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian.

Trip pertama sudah dilakukan sejak awal Bulan Oktober di 5 distrik, yakni Distrik Edera, Distrik Yakomi, Distrik Venaha, Distrik Syachme dan Distrik Bamgi.

Dalam perjalanan menuju 8 distrik, ada 5 distrik, yakni Distrik Pasue Bawah, Distrik Pasue Atas dan Distrik Citak Mitak, Distrik Tizain dan Distrik Kaibar, menjadi tantangan tersendiri bagi Gomar dan rombongan.

Fenomena alam Hanguana Malayana atau biasa disebut masyarakat “Tebu Rawa”, merupakan tanaman endemik di Papua.

Tanaman ini tumbuh pesat di Sungai Obaa, Miwamen, Keeme, Weldeman dan Eilanden di Kabupaten Mappi. Bahkan, tanaman ini dikonsumsi masyarakat sekitar, meski Karakteristik ekologi Hanguana dan potensinya belum diteliti secara intensif.

Keberadaan tumbuhan ini dianggap sebagai penghambat transportasi sungai hingga menghalangi jalur yang dilintasi masyarakat, seperti di Sungai Weldeman.

Padahal sungai tersebut menghubungkan 5 distrik dari Kota Kepi Ibu Kota Kabupaten Mappi.

Tumbuhan tersebut tumbuh diatas permukaan air dengan akar yang begitu kuat, dan menutup akses jalur tranportasi dengan tinggi tumbuhan bahkan mencapai 4 sampai 5 meter.

Tak hanya pada satu titik, tumbuhan ini tumbuh pada belasan titik hingga menghalangi jalur lintasan dengan panjang satu titik mencapai 100 meter hingga 1 KM.

Untuk melintasinya, maka tumbuhan  harus ditebang guna membuka jalur speedboat. Meski sudah ditebang, tetapi speedboat harus tetap didorong karena air sungai yang dangkal bahkan hanya lelumpuran.

Meski sudah ditebang, tumbuhan ini akan muncul lagi dalam 2 hingga 3 hari akibat pergerakan air sungai.

Inilah yang dialami Gomar dan rombongan di Sungai Weldeman. Mereka harus berjibaku melewati rintangan tersebut. Gomar bahkan harus ikut mendorong speedboat sekuat tenaga. Sebagian orang lainnya, harus menarik speedboat dengan tali tambang.

Hal ini dilakukan Gomar, agar bisa menemui langsung masyarakatnya yang sulit akan akses transportasi untuk ke Kota Kepi.

Bahkan sampai di distrik maupun kampung, Gomar pun harus tetap berjalan kaki.

Lima bulan sudah Gomar menjabat, dan semua distrik sudah dia kunjungi.

Kunjungan kerja yang dilakukan Gomar ini untuk melihat langsung kondisi sarana prasarana pelayanan publik, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, fasilitas TNI-Polri yang berada di distrik hingga di kampung.

Tak hanya itu, Gomar juga ingin mendengarkan langsung kendala dan saran masukan dari masyarakat melalui forum diskusi.

Gomar mengatakan, kondisi geografis dan topologi wilayah yang cukup sulit memang menjadi kendala dalam melakukan percepatan pembangunan dibeberapa distrik. Tetapi hal ini, kata Gomar, akan diatasi.

Bahkan terkait dengan pembersihan “Tebu Rawa” di sejumlah titik di Sungai Weldeman mulai tahun ini sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan melalui dinas terkait.

Pembersihan “Tebu Rawa” juga akan dianggarkan setiap tahun, supaya akses transportasi ke 5 distrik yang melintasi Sungai Weldeman lancar. Dengan begitu, bisa mempercepat pembangunan di distrik-distrik.

“Kedepannya Pemda akan terus melakukan penganggaran untuk perawatan di jalur sungai pada setiap tahun,” pungkas Gomar.

 

Tanggapi Berita ini
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.